Diabetes & Hipertensi Hilang Setelah Rutin Minum Minyak Kelapa Murni

Wajah Dr Robert Louis Ingle Ph.D pucat. Tubuh tinggi besarnya tampak lunglai tak bertenaga. Sesekali ia menggigil tanpa bisa dikontrol. Hasil tes laboratorium menunjukkan angka trombosit menurun drastis. Sebaliknya, gula darah di atas 370 mg/dL. “Dilematis, demam berdarah butuh nutrisi banyak. Sementara diabetes harus mengontrol makanan,” kata dokter langganannya pada Yulli Ingle, istri tercinta. Sontak perempuan itu kaget bukan kepalang. Terbayang suntikan insulin bakal menjadi sahabat karib suaminya hingga akhir hayat.

Semuanya bermula setahun silam. Saat itu tangan kanan Bob—sebutan akrab Robert—bengkak. “Rasanya berdenyut dan sulit digerakkan,” kata kelahiran Indianapolis, Indiana, Amerika Serikat, 63 tahun silam itu. Tanpa curiga sama sekali ia datang ke dokter. Tak diketahui penyebab pasti penyakitnya, tapi kadar gula menunjukkan angka 270 mg/dL. Dokter pun memberi amaril, obat kimia penetral darah, dan menganjurkan diet ketat pada makanan.

Sejak itulah obat kimia itu diteguk pagi hari, sebelum pergi ke kantor. Bob mulai melupakan penyakitnya dan tenggelam dalam aktivitas sehari-hari. Maklum, ayah 4 anak dan 3 cucu itu sibuk luar biasa. Sebagai konsultan di PT Aerocheck Indonesia, perusahaan konsultan penerbangan, ia mesti mengikuti banyak rapat yang menguras pikiran. Terkadang ia harus turun langsung mengecek sistem operasional dan kondisi pesawat di berbagai daerah di seluruh Indonesia.

 

Dua tahun

Saat terkena demam berdarah pada Juni 2005 itulah terkuak awal Bob menderita diabetes. “Dari arsip rekam medis, saya mengidap diabetes sejak 2 tahun lalu,” katanya. Namun, dokter merahasiakan karena ketika itu belum terlalu parah. Muncul berbagai dugaan, diabetes yang diderita dipicu hobinya makan junk food seperti hot dog. “Saya juga suka yang manis-manis. Kopi dan donut menjadi sarapan sehari-hari,” katanya.

Karena kadar gula yang terlalu tinggi, Bob diharuskan dirawat di rumah sakit. Namun, mantan teknisi pesawat di Angkatan Udara, Amerika Serikat, itu malah marah. “Keluarkan saya dari sini (rumah sakit, red). Saya tak mau disuntik insulin,” katanya. Maklum, ia merasa kesal karena dibohongi selama 2 tahun.

Doktor keselamatan dan mutu penerbangan dari Universitas Hawaii itu berpikir, ketika belum tahu terserang diabetes, ia dapat hidup tanpa obat-obatan. “Bila sudah waktunya meninggal, tak apa-apa. Toh saya sudah berumur 63 tahun,” katanya pasrah. Dokter mengizinkan Bob pulang dengan satu syarat, setiap hari harus mengecek darah untuk dilihat kemajuannya. Yulli—tanpa sepengetahuannya—dibekali dokter 3 botol insulin yang harus disuntikan setiap hari. Namun, semuanya dibuang ke keranjang sampah.

 

Situs internet

Selama 10 hari Bob tak masuk kerja dan harus bolak-balik ke rumah sakit mengecek darah. Ia tetap mengkonsumsi amaril sebagai penetral gula darah selain obat demam berdarah. Namun, perubahan yang ditunggu sulit terwujud, “Gula darah tak mau turun, tetap di kisaran 300 mg/dL,” katanya. Beberapa sahabat di kantor yang mengunjungi mulai mengkhawatirkan kesehatan Bob. Bisa-bisa umur Bob tak akan lama lagi.

Beruntung di saat kritis itulah, Edison, sahabatnya, membuka situs internet untuk mencari tahu penyebab dan cara mengatasi diabetes. Di situlah ia menemukan Virgin Coconut Oil (VCO alias minyak kelapa murni) disebut-sebut sebagai obat baru penyembuh diabetes. Edison pun berburu informasi cara mendapatkan minyak dara itu. Bagai mendapat mukjizat, ternyata salah seorang rekan di bagian lain, tercantum di situs itu sebagai agen minyak perawan yang dicari.

Edison menghubungi Bob dan memberikan VCO sebagai obat alternatif. Walau Bob orang Amerika Serikat tulen, ia langsung percaya pada khasiat VCO setelah membaca kandungannya. “Pada dasarnya saya percaya pada sesuatu yang alami. Perang minyak tropis di negeri saya tidak terlalu berpengaruh pada keyakinan saya,” kata Bob. Menurut Bob, dulu di negerinya sendiri, sebagian orang percaya minyak kelapa jahat, tapi sebagian lain tak percaya. Bahkan, tak peduli.

 

Drastis turun

Tanpa ragu Bob meminum 2 sendok makan VCO sehari 3 kali. Betul saja, minyak dara mulai bekerja. “Saya langsung diare dan banyak keluar keringat. Persendian juga rada nyeri,” katanya. Namun, kekagetan itu terobati karena ketika gula darah diukur, angkanya menurun menjadi 270 mg/dL. Angka itu lambat laun menurun hingga 152 mg/dL setelah mengkonsumsi selama seminggu. Bagi penderita diabetes, angka itu tergolong normal.

Yang menarik, saat kesehatan Bob mulai membaik kegemaran makan junk food terulang. “Kemarin saya makan hot dog, mayonaise, dan donat. Namun, setelah itu meneguk VCO,” katanya. Bob penasaran dan mengukur sendiri kadar gulanya. Hasilnya, gula darahnya hanya 104—106 mg/dL,” katanya. Kini selain kadar gula yang membaik, tekanan darahnya juga normal 130/90. Padahal, telah lama ia mengidap darah tinggi. Tekanannya kerap mencapai 220/120.

Saat Trubus temui di kantornya, di Bandara Halim Perdana Kusuma, Bob telah mengkonsumsi VCO selama 10 minggu. Kesibukannya kembali seperti semula. Ia berkelana ke berbagai bandara di luar kota untuk mengecek keamanan pesawat klien. Dua kali dalam seminggu menyempatkan diri bermain golf di seputaran Jakarta dan Bogor. “Anda lihat sendiri, saya sudah sehat. Bahkan lebih aktif, karena berat badan saya telah jauh menurun,” katanya.

Menurut Prof Susilo Wibowo, guru besar dari Universitas Diponegoro, Semarang, VCO memang dianjurkan bagi penderita diabetes. Asam laurat dan asam kapriat yang terkandung di dalamnya dapat membantu pengeluaran insulin oleh kelenjar pankreas. Karena itu ada tambahan usaha dalam tubuh yang membantu penurunan gula darah. Selain itu asam lemak pada pada VCO berantai sedang dan pendek. Ia dapat diserap langsung oleh sel sebagai sumber energi tanpa harus diurai di liver. Tubuh penderita diabetes pun semakin bertenaga.

Sumber: Trubus 430, September 2005 -Destika Cahyana/Peliput: Corry Caromawati

Tapi perlu dicatat: Pastikan Anda memakai VCO yang asli dan berkualitas tinggi supaya terapi Anda tidak sia-sia. Jaman sekarang karena persaingan harga, banyak beredar VCO yang KW terbuat dari minyak kelapa RBD (kena proses kimiawi) atau dioplos dengan minyak kelapa yang dipanaskan.

Jika Anda ragu-ragu dengan VCO di luar sana, Anda bisa memesannya DI SINI. Atau bisa juga memakai formula khusus VCO kami yang baik untuk 1001 masalah kesehatan DI SINI.

 

Tinggalkan Balasan