Hati-Hati! ARV Bukanlah Terapi yang Meningkatkan Kualitas Hidup

Slogan perawatan konvensional untuk HIV/AIDS adalah ARV meningkatkan kualitas hidup Odha. Tapi benarkah demikian? Bagaimana jika ternyata ARV membawa perbudakan dan kematian bagi Odha? Mari kita telusuri lebih dalam lagi.

.

DAVID PATIENT, ODHA YANG BERHASIL MENAKLUKKAN AIDS DENGAN DIET DAN HIDUP SEHAT

David Patient

Dalam suatu berita menceritakan, seorang Odha bernama David Patient [130] telah hidup selama lebih dari setengah usia 43 tahunnya sebagai Odha di Afrika Selatan. Hal ini berlawanan dengan yang diyakini dunia medis konvensional akan masa hidup Odha. Apa yang mengejutkan adalah ia sehat tanpa memakai ARV untuk semua kondisi HIV/AIDS-nya. Untuk segala gejala yang timbul, ia hanya memakai diet yang benar dan keinginan besar untuk hidup. Berlawanan dengan para ahli konvensional, pola hidupnya yang sehat telah terbukti cukup untuk menaklukkan HIV/AIDS.

Patient mengadakan tour ke Afrika untuk berbagi pengalaman dengan para Odha lainnya. Kesaksian dia dan semangat berbaginya sangatlah dibutuhkan oleh para Odha di Afrika, dimana 26 juta orang pengidap HIV ada di Afrika Selatan (itu berarti lebih dari setengah pengidap HIV di dunia).

Bukannya menyarankan para Odha mengikuti cara konvensional seperti misalnya penggunaan kondom, Patient menekankan nutrisi yang bisa meningkatkan sistem imun, memperpanjang masa hidup, dan menurunkan kemungkinan mereka menularkan ke orang lain yang mereka kasihi.

Ia juga tidak menekankan pemberian obat, tapi dalam kunjungannya selalu menekankan bagaimana caranya meningkatkan daya tahan tubuh Odha melalui makanan lokal yang kaya akan seng, beta karoten, dan selenium. Berdasarkan banyak ahli, orang dengan positif HIV memiliki masa hidup 8 tahun sebelum akhirnya berkembang menjadi AIDS.

Dengan nutrisi yang tepat, Patient percaya bahwa Odha bisa memperpanjang hidupnya empat tahun lagi.

Oleh karena para peneliti telah dibuat kagum oleh kesehatan David Patient, ia diminta untuk membantu mereka dalam penelitian.

Walaupun Patient telah menaklukkan banyak rintangan, pergumulan dalam jiwanya masih menyakitkan. Lebih dari seribu teman sependerita (para Odha) telah meninggal pada dekade pertama Patient didiagnosa positif. Inilah yang memicu “survivor guilt” (perasaan bersalah kenapa hanya dia saja yang selamat) dalam jiwanya karena dia tetap hidup sedangkan yang lainnya tidak.

Meskipun demikian, Patient tidaklah terkejut jika ia tetap hidup lama karena ia telah berjuang untuk melakukan apapun yang mungkin supaya tetap sehat.

Contoh mantan Odha yang tidak memakai ARV lagi adalah Christine Maggiore, [131] Brandon Braud, [132] dan  Chris Dafoe, [133] atau Anda bisa membaca kesaksian mantan Odha lainnya di artikel Kesaksian “AIDS Survivor” Tanpa ARV.

.

ARV ADALAH AIDS ITU SENDIRI!

Ya benar… ARV adalah AIDS itu sendiri!

Sebagai contoh efek samping dari AZT (merek Retrovir atau Zidovudine) [134] adalah: Asthenia, sakit kepala, rasa tidak enak badan, Anorexia, sembelit, mual, muntah, sakit perut, arthralgia, meriang, maag, letih lesu, insomnia, otot sakit, neuropathy, hyperbilirubinemia, hepatomegaly, stomatitis, splenomegaly, batuk, gatal-gatal pada kulit, infeksi telinga, lymphadenopathy, anemia, serangan jantung, edema, hematuria, gugup, berat badan turun, sakit punggung, sakit dada, flu, cardiomyopathy, syncope, gynecomastia, mulut kering, dysphagia, perut kembung, Aplastic anemia, hemolytic anemia, leukopenia, lymphadenopathy, pancytopenia, hepatitis, sakit kuning, pancreatitis, gemetar, rasa cemas, depresi, pusing, kejang, vertigo, rhinitis, sinusitis, pruritus, Stevens-Johnson syndrome, mudah berkeringat, urticaria, amblyopia, hilang pendengaran, photophobia, sering kencing, dan lain-lain (wow, masih ada yang lainnya?!).

Dari list di atas, apa Anda siap dengan beberapa efek samping yang akan dialami SEUMUR HIDUP jika Anda memakai ARV? Apa benar ARV meningkatkan kualitas hidup Odha ditambah peraturannya yang sangat mengikat?

Dari semua efek samping yang saya cantumkan di atas, itu semua adalah kondisi-kondisi yang biasa disebut sebagai gejala AIDS, karena ARV merusak ginjal, hati, syaraf dan organ pencernaan. Jadi Odha akan benar-benar menderita AIDS pada saat mengonsumsi ARV, sampai ia meninggal. Wow… benar-benar pengobatan yang “manjur”. Sungguh mengakhiri penderitaan Odha DENGAN CEPAT. Saya ucapkan selamat untuk “keajaiban medis” yang satu ini. Ini adalah bukti bahwa pengobatan medis konvensional memang “lebih baik” dibandingkan alam ciptaan Tuhan. Sungguh luar biasa!

.

PENGOBATAN APA YANG HARUS DIAMBIL OLEH ODHA UNTUK MENGATASI AIDS?

Jika Anda terdiagnosa positif HIV/AIDS dan masih bingung akan pengobatan mana yang akan Anda ambil, ada 2 jalan berbeda yang bisa Anda lakukan, dan mudah Anda pahami, yaitu:

  1. Percaya dengan hasil test dan percaya dengan paradigma AIDS konvensional kemudian mengikuti terapi ARV secara konvensional.

Jika Anda mengikuti jalan ini, berarti Anda telah MENYERAHKAN HIDUP Anda pada pengobatan yang SUDAH PASTI:

  • Pengobatan gratis (beberapa daerah memberi layanan pemberian ARV gratis). Tapi…
  • Mengikat atau memperbudak Anda SEUMUR HIDUP dengan begitu banyak peraturan yang tidak boleh dilanggar. Boleh dikata, hidup Anda tidaklah sebebas dulu lagi. ARV bukanlah obat yang membuat kualitas hidup jadi lebih baik lagi. Itu adalah slogan konyol yang dari buahnya saja sudah terlihat bahwa Anda akan diperbudak dengan peraturan kaku seumur hidup (Anda HARUS minum ARV seumur hidup Anda). Sekali Anda lupa minum ARV, infeksi akan makin menjadi susah dikendalikan karena mutasi virus atau bakteri yang makin kebal dengan pengobatan ARV. Semakin banyak Anda lalai dalam menjalankan ARV, semakin besarlah dosis yang harus Anda konsumsi. Dan semakin besar dosisnya, semakin besar pula efek sampingnya. Semakin besar efek sampingnya, semakin Anda mendekat pada infeksi dan kerusakan organ yang mengakibatkan Anda makin dekat dengan kematian. Selamat, dengan demikian Anda tidak meninggal karena AIDS, tapi karena ARV. Sungguh kematian yang tragis karena perbudakan terapi konvensional dan ketidaktahuan yang polos.
  • Membuat kondisi Anda makin buruk dengan efek sampingnya yang mematikan! ARV memiliki banyak efek samping yang mematikan dan beberapa di antaranya PASTI akan Anda alami, yaitu kerusakan hati, ginjal, infeksi paru, infeksi pankreas, peradangan paru, peradangan usus, pneumonia, kanker, kerusakan syaraf, dan masih banyak lagi efek-efek mematikan lainnya. Apalagi ditambah efek samping yang sangat mengganggu yaitu gatal, mual, muntah, sakit kepala, daya tahan tubuh menurun drastis, flu, demam, diare, dan lain sebagainya. Lagi-lagi, ARV bukanlah obat yang membuat kualitas hidup jadi lebih baik lagi.
  • Menjebak Anda ke dalam “Lingkaran Setan”. Pengobatan yang membawa efek samping akan memaksa Anda supaya mengonsumsi obat lain untuk menutupi efek samping yang ada. Tapi obat tambahan tersebut juga ada efek samping lainnya sehingga perlu obat tambahan lainnya yang juga punya efek samping. Ini bagaikan lingkaran setan dimana dalam jangka panjang, Anda akan meninggal bukan karena penyakit, tapi karena efek samping obat. Lingkaran setan ini akan Anda alami SEUMUR HIDUP atau selama Anda tetap mempercayakan kehidupan Anda pada ARV. Tapi untuk lepas dari ARV lalu beralih ke holistik TIDAKLAH GAMPANG!
  1. Percaya dengan hasil test dan percaya dengan paradigma AIDS konvensional tapi memakai pengobatan holistik dan tidak pernah memakai ARV.

Banyak Odha di luar negeri telah mengikuti cara ini, dan mereka bisa hidup normal seperti orang sehat lainnya dan tidak mati karena AIDS atau obat. Kematian karena AIDS itu tidak pernah datang ketika mereka menolak pengobatan konvensional. Agustina Saweri bukanlah contoh yang baik untuk jalan ini karena dia memang stop ARV dan memakai buah merah, tetapi masalahnya, dia kembali ke kebiasaan yang seharusnya dia tinggalkan.

Baca juga: Tips Mengobati HIV/AIDS dengan Minyak Kelapa Murni

Jika Anda mengikuti jalan alternatif ini, berarti Anda telah menyerahkan hidup Anda pada pengobatan yang SUDAH PASTI:

  • Pengobatan tidak gratis. Tapi…
  • Tidak mengikat atau memperbudak Anda seumur hidup dengan begitu banyak peraturan yang tidak boleh dilanggar. Beda dengan ARV, pengobatan holistik yang memakai alam tidak akan mengikat Anda. Anda hanya perlu pengobatan holistik pada saat penyakit muncul saja. Jadi tidak perlu Anda konsumsi atau gunakan seumur hidup. Yang perlu diterapkan seumur hidup hanyalah menjaga pola makan dan hidup yang sehat.
  • Tidak membuat kondisi Anda makin buruk karena tidak memiliki efek samping. Inilah pengobatan sejati dimana Anda tidak akan pusing dengan efek samping dan tujuan dari pengobatan holistik adalah menyembuhkan, bukan merawat. Tapi yang perlu diingat adalah kesembuhan 100% itu tergantung dari kehendak Tuhan dan keseriusan (komitmen) pasien.
  • Tidak menjebak Anda ke dalam “Lingkaran Setan”. Hidup Anda tidak akan diikat dan diperbudak oleh peraturan minum obat seumur hidup. Anda tidak akan mengalami efek samping yang mengancam jiwa Anda atau “mengganggu” kesehatan Anda. Anda hanya perlu memakai pengobatan alami sampai penyakit oportunistik hilang atau pada saat penyakit muncul saja. Tidak perlu mengonsumsi seumur hidup. Nah, inilah yang dinamakan pengobatan yang meningkatkan kualitas hidup, pengobatan asli dari alam ciptaan Tuhan! Anda tentu lebih percaya dengan Tuhan dibandingkan manusia bukan?

.
Referensi:
[130] http://www.newmediaexplorer.org/sepp/2004/06/30/aids_surviver_teaches_africans_how_to_overcome_hiv_infection.htm
[131] http://aliveandwell.org/html/top_bar_pages/aboutus.html#WORDS
[132] http://www.hrc.org/issues/3890.htm
[133] http://www.coconutoil.com/dafoe.htm
[134] http://www.rxlist.com/retrovir-drug.htm

 

Tinggalkan Balasan