Kini Untuk Sembuh Dari Segala Jenis Kanker Tidak Harus Kemo dan Operasi

Standar pengobatan medis lama dalam mengatasi segale jenis tumor, kista, dan kanker adalah kemoterapi dan operasi. Tapi tidak banyak masyarakat dan dokter yang tahu bahwa untuk bisa sembuh dari semua penyakit mengerikan ini, bahkan yang stadium lanjut sekalipun, sebenarnya bisa SEMBUH TOTAL dengan pengobatan alami yang murah, praktis, dan aman tanpa efek samping.

 

SOLUSI PRAKTIS DAN MURAH DARI ALAM

Demi kepentingan masyarakat awam, alangkah baiknya saya berbagi informasi teknik pengobatan cabang kesehatan holistik yang memberikan solusi praktis dan murah dari alam, untuk menyembuhkan segala jenis tumor, kista, dan kanker. Jika sudah tahu rahasianya, masyarakat tidak harus panik kemudian pergi berobat ke China, Singapura, Amerika, atau tempat lain yang jelas akan menelan banyak biaya pengobatan. Sebelumnya saya akan mengajak Anda menyimak kutipan kisah nyata dari Trubus.

 

Obat Kanker Persembahan Lebah

‘Peluang untuk sembuh hanya 1%,’ kata dokter yang memeriksa Evie Sri. Sri mengidap kanker payudara stadium III. Celakanya sel kanker mengalami metastasis ke lever. ‘Rasanya seperti ditusuk-tusuk jarum,’ kata Sri. Namun, sebelas bulan kemudian Evie Sri masih bugar. Dokter yang memeriksa Sri terperangah, proses pengecilan sel kanker begitu cepat.

Evie Sri masih ingat ketika tangannya meraba sebuah benjolan di payudara kanan. Itu pada Februari 2008. Perempuan 50 tahun itu tak hirau lantaran benjolan tak menimbulkan sakit. Rasa sakit bagai ditusuk-tusuk jarum itu baru ia rasakan pada April 2008 sehingga ia bergegas ke rumahsakit. Saat itulah dokter mendiagnosis Evie Sri mengidap kanker payudara stadium III. Untuk mengatasi penyakit ganas itu, doker menyarankan biopsi dan 8 kali kemoterapi.

Biaya sekali biopsi Rp3,5-juta; kemoterapi, Rp6-juta. Artinya Sri mesti menyediakan dana Rp50-juta. Padahal, di tabungan cuma tersisa Rp7,5-juta. Itu yang membuat Evie Sri dan suami bimbang. Sri melakukan tes kadar CA15-3-untuk mengetahui antigen tumor payudara di darah, sekali lagi di sebuah laboratorium. Namun, hasilnya sama: kadar CA mencapai 172,95 µ/ml; kadar normal maksimal 30 µ/ml.

Hasil uji itu membuat mental Sri melorot. Sepekan lamanya ia menangis. Toh, akhirnya kepala sekolah dasar itu tak punya banyak pilihan. Ia menjalani 8 kemoterapi dengan interval 21 hari mulai Mei 2008. Setiap menyisir, ia melihat helaian rambut menempel di sisir. Itu salah satu efek kemoterapi, selain hilangnya nafsu makan sehingga badan kurus. Setelah 4 kali kemoterapi, dokter menyatakan bahwa kanker di lever Sri sembuh.

 

Muncul lagi

Setelah kemoterapi ke-8 pada September 2008, dokter menyarankan operasi pengangkatan payudara. Sri bergeming karena harus terbang ke tanahsuci untuk menunaikan ibadah haji. Sri kaget karena benjolan di payudara kian hari kian membesar dan mengeluarkan cairan kuning. ‘Rasanya seperti disilet dan ditusuk kawat besar,’ kata Sri.

Operasi pengangkatan akhirnya batal karena sel kanker membesar. Dokter menyarankan kemoterapi lanjutan. Menurut Dr Henry Naland Sp.B Onkologi, hampir semua manusia mempunyai onkogen alias gen pembawa kanker di kromosom sel. Dengan bantuan zat penyebab kanker alias karsinogen, sel normal berubah menjadi sel ganas. ‘Namun, sistem kekebalan tubuh yang baik bisa menghambat timbulnya kanker,’ kata Henry.

Menurut Henry ada beberapa faktor yang bisa menimbulkan kanker, termasuk kanker payudara. Makanan berlemak dan kurang serat salah satu pemicu kanker. Tak hanya itu, keletihan, merokok, stres, pencemaran lingkungan, dan faktor genetika pun turut berperan dalam timbulnya kanker.

Pada Januari 2009, Sri mengkonsumsi campuran propolis, madu, dan royal jeli yang sudah diolah dalam bentuk sirup. Sri mengkonsumsi 3 kali sehari masing-masing sesendok makan. Efek yang ia rasakan, tubuh merasa nyaman, rasa nyeri seperti tusukan kawat dan teriris silet hilang.

Hal penting lain, benjolan di payudara mengecil dari 4 cm menjadi 0,5 cm. Ketika memeriksakan diri, dokter sampai terheran-heran melihat perkembangan sel kanker yang mengecil.

 

Sitotoksik

Propolis ampuh mengendalikan sel kanker payudara? Propolis bermakna pelindung sarang lebah dari ancaman pihak luar. Ia bersifat desinfektan untuk mensterilkan lebah yang masuk sarang. Lebah rentan serangan virus dan bakteri. Propolis biasanya bersumber dari resin atau getah tanaman, kemudian dicampur dengan lilin dan direkat dengan air liur lebah.

Propolis yang dikonsumsi Evie Sri diuji oleh Laboratorium Penelitian dan Pengujian Terpadu (LPPT) Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta. Hasilnya, propolis kaya akan kandungan alkaloid, flavonoid sebagai antioksidan, polifenol, saponin, tanin dan quercetin. Menurut Costas Koumenis, asisten profesor di Pusat Kesehatan Baptis Universitas Wake Forest, Amerika Serikat, propolis pun kaya kandungan CEPA Caffeic Acid Phenetyl Eester. CEPA bersifat antiperadangan dan berfungsi melindungi kerusakan sel hati akibat pemberian obat-obatan kemoterapi.

Khasiat propolis sebagai pembunuh sel kanker dibuktikan oleh Tri Yuliati SKM dari LPPT UGM. Ia menguji keampuhan propolis untuk menguji sel HeLa dan sel SiHa (kanker rahim), sel T47D (kanker payudara), serta MCF7 (kanker payudara). Hasilnya, propolis mempunyai nilai LC50 15,625-62,5 g/ml. LC50 adalah konsentrasi yang menyebabkan kematian sel kanker sebesar 50%.

Hasil serupa dibuktikan oleh Dr drh Pudji Astuti MP dan drh Sitarina Widyarini, MP, PhD dari LPPT UGM. Caranya, 40 tikus betina galur Sprague dawley umur 5 minggu dibagi ke dalam tiga kelompok perlakuan. Masing-masing kelompok berjumlah 10 ekor.

Kelompok 1 diinduksi dengan DMBA dimetilbenz(a)ntrasen yang bersifat karsinogenik. Dalam kelenjar susu, DMBA ini akan diubah menjadi epoksida, suatu metabolik aktif perusak molekul DNA. Itu, suatu kondisi penyebab timbulnya kanker payudara. DMBA dilarutkan terlebih dahulu dalam minyak jagung dan diinduksikan dengan dosis 20 mg/kg bobot tubuh.

Kelompok II sepekan sebelum pemaparan DMBA, diberi propolis berdosis 2,5 ml/kg bb sebanyak 2 kali sehari. Tikus dalam kelompok ketiga diinduksi DMBA berdosis 20 mg/kg bb. Sepekan sebelum perlakuan tikus diberi minyak jagung yang diinduksi DMBA dengan dosis dan frekuensi yang sama dengan kelompok 2. Pemberian minyak jagung dan propolis dengan dosis yang sama tetap dilajutkan selama proses pemberian DMBA.

Hasilnya: ketika diukur sebulan kemudian pada kelompok I perkembangan nodul alias benjolan pada tikus semakin membesar, mencapai 87,5% dari 8 tikus yang tersisa. Bandingkan dengan kelompok 2 dan 3 yang memberikan hasil nodul semakin mengecil masing-masing mencapai 69,23% dan 66,66% dari hewan uji. Penelitian itu pun membuktikan terjadi pengecilan nodul dari diameter 1,8 cm menjadi 0,6 cm setelah 1 bulan pemberian propolis. Hasil itu persis yang dialami Evie Sri. (Faiz Yajri/Peliput: Rosy Nur Apriyanti)

Sumber: http://www.trubus-online.co.id/mod.php?mod=publisher&op=viewarticle&cid=4&artid=1778

 

 

PROPOLIS SEBAGAI RESEP UTAMA PENYEMBUHAN

Kesaksian kesembuhan secara alami tanpa efek samping tidak hanya dialami oleh Evie Sri di atas, tapi juga oleh banyak orang lainnya, seperti contoh-contoh di bawah ini.

 

Mioma

Wartoyo – Bekasi

Istri saya ada mioma (sejenis kista). Saya dan Istri sudah lama berusaha berobat (kurang lebih 10 tahun) dan kami tidak mau dioperasi dengan pertimbangan-pertimbangan lain. Dan kami juga sudah ke shin she, namun belum juga sembuh. Setelah saya berikan Propolis dan setelah hari ke 3, keluar darah agak hitam (bukan haid). Setelah itu dia lebih enak dan merasa lebih baik, kehidupan sehari-hari lebih mudah dan nyaman tanpa ada gangguan mioma lagi. Terima kasih Tuhan dengan sarana propolisnya.

 

Kista

Arhami Arsyad – Makassar

Saya menderita kista selama kurang lebih 7 tahun dan selama itu mengkonsumsi berbagai macam obat dokter yang cukup mahal. Jika saya tidak mengonsumsi obat tersebut, perut saya menjadi mules seperti ditusuk-tusuk jarum. Kemudian saya mencoba mengonsumsi propolis malam sebelum tidur. Jam 2 Pagi saya terbangun karena mengalami pendarahan, keluar semacam gumpalan jelly sebesar hati ayam. Saya langsung bergegas melakukan pemeriksaan ke dokter kandungan. Saya sangat terkejut dari hasil pemeriksaan dokter yang mengatakan bahwa dalam rahim saya kini 90 % adalah darah dan masih banyak gumpalan kista yang akan keluar. Terima kasih berkat Propolis kini saya kembali memiliki harapan untuk memperoleh anak lagi.

 

Tumor Usus

Haris P, – Toraja

Januari 2007 saya menderita tumor usus, perut keras, tidak bisa buang air besar dan tidak bisa kencing. Saya sangat tersiksa. Kata dokter harus segera dioperasi dan kotorannya dikeluarkan dari samping perut. Namun sebelum operasi saya diperkenalkan Propolis oleh Ibu Martha. Hasilnya sungguh luar biasa, dalam 2 bulan tumor saya sembuh total.

 

Tumor Kandungan

Sulani, Desa Njogo Slatru Sukodono – Sidoarjo

Awalnya saya merasakan sakit yang berakibat tidak bisa buang air kecil selama empat hari. Perut seperti orang hamil, sakitnya minta ampun. Saya bawa ke dokter ternyata kena tumor kandungan dan tidak dikasih obat sama sekali, obatnya cuma operasi, kata dokter. Kerabat saya malamnya langsung datang membawakan Propolis. Saya disuruh minum setiap 2 jam, alhamdulillah langsung bisa istirahat dengan tenang. Setelah saya minum habis 10 botol, diagnosa dokter sudah tidak ada lagi tumornya. Sangat luar biasa!

 

PENGOBATAN TANPA EFEK SAMPING

Setelah membaca kisah-kisah di atas, terlihat bahwa untuk bisa sembuh dari segala jenis tumor, kista, dan kanker sebenarnya sangat sederhana dengan resep utamanya adalah propolis (air liur lebah). Dengan pengobatan alami ini, penderita akan terhindar dari pengobatan medis konvensional lama yang menyakitkan, penuh dengan efek samping, dan sangat mahal. Kemungkinan untuk sembuh lebih besar dengan pengobatan alami ini jika dibandingkan dengan pengobatan konvensional. Dan lebih menakjubkan lagi, masyarakat yang awam dengan kesehatan pun bisa mempraktekkannya sendiri di rumah. Sungguh terapi yang luar biasa praktis.

Tapi untuk meningkatkan prosentase kesembuhan, jangan hanya mengandalkan terapi propolis saja. Pola makan dan gaya hidup sehat dari penderita perlu juga diatur supaya kesembuhan total bisa didapat secara lebih pasti. Sangat sederhana bukan?! Kini tumor, kista, dan kanker bukanlah suatu penyakit yang sangat mengerikan jika ditangani dengan pengobatan alami yang tepat. Cabang pengobatan holistik modern telah menjadi solusi terbaik di era globalisasi yang makin banyak dihantui oleh berbagai kasus kanker.

Healindonesia, Dt. Awan (Andreas Hermawan), 9 Des 2009

 

PS: Mau tahu paket pengobatan alami untuk kanker, tumor, mioma dan kista dari kami? Silahkan Anda lihat DI SINI.

 

Tinggalkan Balasan