Maag Sembuh Bagian 3 : Mengobati Masalah Psikosomatisnya


Menghapus Program Sugesti Lama Butuh Perjuangan

Setelah saya mengetahui rahasia tentang efek pikiran dan perasaan terhadap maag (psikosomatis), saya langsung menghilangkan sugesti lama yang meyakini: makan tidak tepat waktu bisa menyebabkan maag. Saya kemudian menggantinya dengan sugesti dan keyakinan baru, yaitu:

  1. Makan tidak HARUS tepat waktu (apalagi dengan jadwal ketat).
  2. Santai saja kalau belum makan. Jangan cemas, jangan khawatir.
  3. Pasrahkan ke Tuhan, lalu alihkan perhatian ke hal yang lebih penting daripada ke rasa lapar/senap/sakit.

Di minggu pertama menjalankan program sugesti baru, saya masih merasakan rasa nyeri, bukan langsung berganti ke rasa senap. Saya memakluminya karena sugesti lama telah tertanam lama di bawah sadar saya. Ia telah menjadi “program” yang kuat dan susah untuk dihapus.

Di saat rasa nyeri melanda, saya tetap berpegang teguh pada keyakinan baru, berdoa (tapi tanpa rasa khawatir, tanpa rasa takut lagi), dan segera mengalihkan perhatian ke pekerjaan, menonton tv, dan lain-lain. Makin berlama-lama fokus pada maag, makin menjadi-jadi pula rasa sakitnya. Namun, ketika saya “cuek”, tidak berapa lama kemudian, rasa sakitnya hilang.

Ini sama saja dengan ketika kita berpuasa. Saat kita menahan rasa lapar dengan rasa syukur dan bangga karena menjalankan ibadah (alias: pikiran dan perasaan positif), kita tidak memikirkan ke belum makannya, tapi langsung beralih ke hal lainnya seperti pekerjaan, hobi, main game, atau ngobrol-ngobrol.

Ketika berpuasa kita sudah mensugesti bahwa yang kita lakukan ini baik dan akan membawa berkat. Karena sugestinya positif, maka tidak ada perasaan takut dan khawatir yang akan memicu produksi asam lambung berlebih. Karena tidak ada produksi asam lambung berlebih, maka tidak ada yang namanya maag 🙂

 

Abaikan Sugesti Negatifnya, Jangan Dilawan!

Meladeni sugesti negatif hanya akan memperkuat keberadaannya dan membuat Anda capek sendiri.

Sama seperti misalnya ada orang yang mengajak Anda bertengkar, jika Anda ladeni ada 2 kemungkinan yang terjadi, yaitu Anda kalah atau Anda menang. Jika pun Anda menang, Anda tetap rugi karena “pertempuran” ini menguras energi fisik, pikiran dan perasaan Anda.

Misal: ketika ada sugesti di hati “Aku belum makan, aduh nanti perutku bisa sakit!” … Anda jangan meladeninya dan jangan sekali-kali melawannya. Langsung saja alihkan perhatian ke hal lainnya.

Ingat, jangan melawan sugesti negatif karena “menang jadi arang, kalah jadi abu” juga berlaku di sini. Jadi lebih baik Anda cuekin saja. Segera “putus hubungan” darinya supaya tidak mengikuti Anda terus menerus, karena toh tidak penting dan menyengsarakan hidup Anda saja 😊

 

Jaga Pola Makan & Gaya Hidup Anda untuk Memulihkan Saluran Cerna

Selain memasang program sugesti baru, saya juga menjaga pola makan & gaya hidup, karena saya tahu bahwa maag yang telah saya derita cukup lama TELAH berdampak negatif pada saluran cerna saya. Pola makan dan gaya hidup yang salah, adanya asam lambung berlebih, serta bakteri merugikan yang meningkat, telah meninggalkan sisa-sisa kerusakan di saluran cerna saya.

Jadi supaya tubuh memiliki kesempatan melakukan “self healing” (menyembuhkan diri sendiri), saya tidak mengonsumsi makanan dan minuman yang terlalu keras dan berbahaya bagi pencernaan. Untuk mendukung proses penyembuhan, saya menghindari dulu segala jenis junk food, soft drink, jajanan gorengan di jalan, kopi, mie, yang dingin-dingin es, dan yang pedas-pedas.

Saya juga menghindari begadang dan tidak melakukan aktivitas berat sehabis makan besar.

Puji syukur kepada Tuhan, dengan mengendalikan pikiran dan perasaan, memiliki program sugesti baru, mengubah kebiasaan serta menjaga pola makan, saya bisa sembuh total dari maag dalam waktu kurang lebih 1 bulan secara alami dan tanpa efek samping! Dan sampai sekarang, saat saya menulis ini, sudah lebih dari 15 tahun saya tidak menderita maag lagi 😊

Dt Awan (Andreas Hermawan)

Tinggalkan Balasan