Misteri Benjolan di Leher, Ketiak, dan Pangkal Paha

“Dok, di leher saya ada dua benjolan. Rasanya nyeri jika disentuh, tapi kalau dibilang bisul tidak tampak merah dan meradang. Ini sakit apa ya, dok? Apakah saya terkena kanker?”. Benjolan di daerah leher seringkali menakutkan bagi masyarakat awam. Apalagi jika benjolan tersebut nyeri bila ditekan atau tersentuh. Tidak jarang, orang datang berobat hanya karena masalah benjolan ini. Ada apa sih di daerah leher? Mengapa benjolan di leher sering terjadi? Jawabnya adalah karena di daerah tersebut terdapat kelenjar getah bening.

Tunggu dulu, kedengarannya mungkin lucu, manusia kok bergetah. Tapi tahukah Anda bahwa manusia memang bergetah? Bahkan, getah ini mengalir di seluruh tubuh sama seperti pembuluh darah. Karena warnanya yang jernih, maka getah pada manusia disebut dengan getah bening.

.

Si Penangkal Sakit

Kelenjar getah bening adalah kelenjar berbentuk bulat kecil dan lunak yang tersebar di seluruh tubuh. Tubuh manusia memiliki sekitar 600 kelenjar getah bening yang terhubung satu sama lain seperti rantai oleh saluran getah bening. Kelenjar getah bening normalnya berukuran tidak lebih dari 1 cm. Di lokasi-lokasi tertentu, kelenjar getah bening tersusun lebih rapat dan berkelompok, misalnya dl bagian samping leher, ketiak, dan lipat paha. Daerah-daerah ini dekat dengan permukaan luar tubuh, sehingga sering dapat teraba dengan jelas pada orang yang sehat sekalipun.

Apa guna kelenjar getah bening? Menurut Dr. dr. Iris Rengganis SpPD-KAI, FINASIM, kelenjar getah bening memiliki berbagai sel yang berguna untuk melawan penyakit, seperti limfosit dan makrofag. Limfosit adalah sel darah putih yang menghasilkan protein penangkap dan penangkal kuman. Sedangkan makrofag adalah sel yang dapat menghancurkan dan menyingkirkan kuman dan zat-zat asing yang ditangkap. Cairan getah bening atau limfe sendiri merupakan cairan yang mengalir di celah-celah antar sel. Baik kelenjar getah bening maupun kelenjarnya merupakan bagian penting sistem pertahanan tubuh.

.

Penyebab Pembengkakan Kelenjar Getah Bening

Pada kondisi tertentu, kelenjar getah bening dapat meradang dan membesar, sehingga ukurannya dapat mencapai lebih dari 1 cm. Hal ini disebut dengan limfadenopati. Jika limfadenopati tersebut disertai dengan nyeri atau tanda-tanda radang, maka ia disebut limfadenitis atau peradangan kelenjar getah bening. Perubahan konsistensi dan jumlah kelenjar getah bening juga disebut limfadenopati.

Limfadenopati dapat disebut umum jika ada lebih dari dua kelenjar yang membesar dan letaknya tidak berdekatan. Jika letak kelenjar yang membesar berdekatan, maka ini disebut limfadenopati lokal. “Penentuan lokal atau umumnya suatu limfadenopati penting dalam menentukan diagnosis banding dan penyebabnya. Selain itu, sifat nyeri atau tidaknya suatu kelenjar yang membesar juga dapat digunakan untuk menentukan akut atau kroniknya suatu proses penyakit,” tambahnya.

Pembengkakan kelenjar getah bening paling sering disebabkan oleh dua hal, yaitu infeksi dan kanker. Pembesaran yang disebabkan oleh infeksi terjadi dengan cepat dan nyeri seiring dengan upaya tubuh untuk melawan kuman penyakit. “Kelenjar ini umumnya akan kembali mengecil ke ukuran semula jika infeksi sudah berhasil diatasi.” Untuk melakukan hal ini, tubuh memerlukan waktu sekitar satu minggu atau lebih. Beberapa penyakit yang dapat menyebabkan radang di daerah leher di antaranya radang tenggorokan, amandel, flu, dan sakit gigi. Peradangan di kelenjar ketiak mungkin disebabkan oleh infeksi kulit di daerah lengan. Sedangkan infeksi di daerah kelamin atau ruam popok dapat menyebabkan kelenjar di daerah lipat paha meradang. Peradangan di kelenjar seluruh tubuh dapat disebabkan oleh influenza, cacar air, dan sebagainya.

Pembengkakan kelenjar getah bening juga dapat disebabkan oleh kanker, baik yang berasal dari getah bening sendiri ataupun berasal dari kanker di tempat lain. Bukan rahasia lagi jika kita mengetahui bahwa kanker biasanya mula-mula akan menyerang kelenjar getah bening yang ada di dekatnya terlebih dahulu. Misalnya pada kanker payudara yang terkena adalah kelenjar di daerah ketiak, kanker tenggorok pembengkakan di daerah leher, dan kanker yang mengenai sistem limfe dan pembuluh darah dapat menyebabkan pembengkakan kelenjar di banyak tempat. Pembengkakan yang disebabkan oleh kanker biasanya lebih lambat membesar dan tidak begitu nyeri.

Di Indonesia, pembengkakan kelenjar getah bening leher juga sering terjadi. Penyebabnya terutama adalah tuberkulosis (TB). Konsumsi obat tertentu, penyakit penyimpanan glikogen, sarkoidosis, dan penyakit Kawasaki juga dapat menyebabkan limfadenitis.

Pada limfadenopati yang disebabkan oleh infeksi, limfosit yang melawan kuman akan mencetuskan pertambahan jumlah sel. Kuman yang terkandung di dalam cairan limfe juga dapat menginfeksi kelenjar getah bening sehingga radang dan membesar. Sedangkan pada yang disebabkan oleh kanker, pembengkakan kelenjar terjadi karena sel kanker menyusup dan bertambah banyak di dalam kelenjar.

.

Gejalanya

Gejala pembengkakan kelenjar getah bening dapat berbeda-beda, bergantung penyebabnya. Kadang, pembengkakan getah bening tidak disadari dan baru diketahui saat diperiksa oleh dokter. Namun, ada juga yang khusus datang ke dokter karena kelenjarnya membesar dan nyeri.

“Yang lebih penting sebenarnya adalah gejala lain yang menyertai pembengkakan, seperti demam, keringat malam hari, penurunan berat badan, atau tanda-tanda infeksi di lokasi yang dekat dengan kelenjar, seperti radang tenggorokan, batuk, dan sebagainya,” ujarnya. Pembengkakan kelenjar getah bening yang terjadi di beberapa bagian tubuh mungkin disebabkan oleh penyakit umum, seperti infeksi virus, bakteri, ataupun penyakit autoimun.

Kelenjar getah bening yang membesar biasanya akan kempes dan mengecil kembali dengan sendirinya. namun, jika hal ini tidak terjadi maka sebaiknya penderita memeriksakan diri ke dokter. Anda perlu waspada dan memeriksakan diri ke dokter jika:

  • Kelenjar getah bening membesar tanpa sebab yang jelas.
  • Tidak kempes selama dua hingga empat minggu.
  • Terasa keras atau kenyal seperti karet, atau tidak bergerak saat ditekan.
  • Disertai dengan demam terus menerus, keringat malam, dan penurunan berat badan tanpa sebab.
  • Disertai dengan nyeri tenggorok atau sulit menelan atau sesak.
  • Pembesaran lebih dari 2 cm atau terletak di atas tulang selangka.
  • Pembesaran limpa.

Dokter akan memastikan bahwa benjolan tersebut memang kelenjar getah bening dan mencari tahu apa yang menyebabkan kelenjar tersebut membesar.

.

Terapi Tergantung Penyebab

Pengobatan kelenjar getah bening sering hanya merupakan tanda terjadinya suatu penyakit di tubuh. Dengan demikian, supaya kempes terapi tentu harus ditujukan pada penyakit yang menyebabkannya. Tidak ada terapi khusus untuk mengempeskan kelenjar, karena ia akan kempes dengan sendirinya begitu penyakit penyebabnya sembuh. Lain halnya jika pembengkakan disebabkan oleh kanker. Pada kasus ini, diperlukan pengobatan yang khusus.

Meski tidak diperlukan pengobatan khusus, kelenjar getah bening yang meradang dapat menimbulkan sejumlah komplikasi.

Jika pembengkakan ini disebabkan oleh infeksi dan tidak diobati, maka dapat terbentuk bisul nanah di daerah tersebut, akibatnya, pasien perlu diobati degan antibiotik dan nanahnya harus dikeluarkan. Kulit di sekitar kelenjar pun dapat ikut terinfeksi.

Limfadenitis yang disebabkan oleh infeksi dan tidak diobati dapat menyebabkan kuman masuk ke dalam darah dan menginfeksi seluruh tubuh. Jika ini terjadi, tubuh dapat kewalahan dan menyebabkan kegagalan organ serta kematian. Untuk mencegahnya, pasien biasanya harus dirawat di rumah sakit dan diberikan antibiotik melalui infus atau suntikan.

Limfadenitis yang terjadi dapat sangat besar sehingga menekan jaringan lain di sekitarnya. Hal ini dapat berdampak serius dan menyebabkan kecacatan. Misalnya, limfadenitis di daerah ketiak dapat menekan pembuluh darah dan saraf untuk daerah lengan, dan limfadenitis di daerah perut dapat menekan usus dan menyebabkan obstruksi usus.

.

Periksakan Jika Ragu

Anda dapat memeriksa kelenjar getah bening sendiri di rumah. Saat meraba kelenjar, perhatikan ukuran, kekenyalan, nyeri tekan, serta seberapa kuat kelenjar melekat ke jaringan di sekitarnya. Jika ragu, periksakan ke dokter terdekat.

Limfadenitis memang sering terjadi di leher, tetapi pembengkakan di leher tidak selalu disebabkan oleh limfadenitis. Karena itu, tidak perlu mengutak-utiknya. Jika tidak kempes dalam dua minggu atau lebih, periksakan ke dokter. Jangan pernah menusuk kelenjar karena dapat menyebabkan infeksi. Penusukan malah akan memperparah dan berbahaya karena dapat mengenai organ-organ penting di daerah tersebut. Ingat, getah bening biasanya berjalan bersama degan pembuluh darah. Bisa jadi nanti Anda malah masuk rumah sakit karena menusuk pembuluh darah. Lagi pula, kelenjar getah bening bukan berisi cairan melainkan sel, jadi isinya juga tidak bisa dikeluarkan.

Referensi: http://www.sehatraga.com/misteri-pembengkakan-kelenjar-getah-bening/

 

PS: Apa Anda punya masalah kesehatan seperti artikel di atas? Silahkan konsultasikan pengobatannya DI SINI.

 

Tinggalkan Balasan