Penelitian Dampak Nyata Qigong terhadap Kesehatan

Lebih jauh dicatat bahwa dalam tahun 1988, makalah tertulis (128 abstrak) dipresentasikan pada konferensi dunia pertama untuk pertukaran akademik di bidang qigong medis di Beijing, Cina (The First World Coference for Academic Exchange of Medical Qigong).

Perlu dicatat bahwa penerapan qigong pada berbagai macam penyakit telah diungkapkan dalam makalah teknis yang dipresentasikan dalam konferensi itu. Rangkuman beberapa abstrak pilihan diberikan di bawah ini agar Anda dapat memperoleh bayangan dan menghargai kemampuan aplikasi terapi qigong yang berjangkauan luas.

 

1. A Study of the Emitted Qi (Vital Energy) of Qigong on Human Carcinoma Cells oleh Feng Lida, Qian Juqing, Chen Suqing, dan rekan-rekan (China Immunology Research Center, Beijing, China); halaman 1.

Pengaruh pemancaran ki (energi vital) terhadap sel Hale dan sel adenokarsinoma lambung manusia SGC-7901 serta kromosom sel adenokarsinoma lambung dipelajari dengan menggunakan teknik kultur jaringan, sitogenetik, dan mikroskop elektron.

Hasil telaah ini mengungkapkan bahwa:

  • Laju kehancuran rata-rata dari sel Hale oleh pancaran ki adalah 30,72%. Laju kehancuran tertinggi mencapai 59,61% yang sangat berbeda dengan laju kehancuran sebesar 0% pada sel yang tidak terawat.
  • Dalam 41 eksperimen, laju kehancuran rata-rata sel adenokarsinoma lambung adalah 25,02% setelah menerima pancaran ki selama 60 menit dibandingkan dengan 0% laju kehancuran sel yang tidak dirawat. Sebuah scanning Elektronmikroskop digunakan untuk mengamati sel-sel tersebut .
  • Laju pertukara, pemutusan, dan disentromere dalam struktur kromosom sel adenokarsinoma meningkat setelah menerima pancaran ki.

Tabel hasil untuk tiap-tiap sel yang diuji dan di antara kelompok masing-masing diberikan dan terlihat adanya perbedaan statistik antara kelompok eksperimental dan kelompok kontrol (P < 0,01).

 

2. The Use of the Emitted Qi in Qigong and Acupuncture in the Treatment of Food Allergies oleh Chu Chow (Canada Qigong Health Clinic); halaman 157.

Telah dilaporkan perawatan 52 pasien dengan diagnosis medis alergi makanan selama 1 sampai 25 tahun. Perawatan terdiri atas terapi qigong yang dibantu dengan teknik akupuntur, yaitu akupuntur dipakai pada tahap awal perawatan dan qigong pada tahap perawatan berikutnya. Titik-titik akupuntur ditentukan dan umumnya diacu ke daerah sistem limpa, hati, lambung, dan paru-paru untuk memperkuatnya. Pemakaian pancaran ki dari qigong yang dikombinasikan dengan akupuntur akan meningkatkan ki, yang pada gilirannya membantu fungsi organ dalam serta meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Hasilnya adalah penurunan intensitas reaksi alergi dan bahan makanan tidak menjadi alergen lagi.

 

3. The Effect of the Emitted Qi on the Immune Functions of Mice oleh Wang Yunsheng, Feng Lida, Chen Shuying, dan Chen Haixing (China Immunology Research Center, Beijing China); halaman 4.

Untuk menentukan apakah ada pengaruh pada pengaturan reaksi kekebalan setelah tubuh dikenai ki, dilakukan sebuah eksperimen dengan memakai spesimen tikus.

Setelah menerima pancaran ki dari para pakar qigong yang sudah terlatih, ekperimen pada tubuh menunjukkan bahwa energi ki secara pasti meningkatkan fungsi fagositik makrofag peritoneal dan aktifitas fostafase asam. Hal ini menujukkan bahwa ki dapat mengaktifkan makrofag peritoneal yang merupakan bagian sistem kekebalan.

 

4. Effects of Qigong on Psychosomatic and Other Emotionally Rooted Disorders oleh Ricard R. Pavek (U.S.A.); halaman 150.

Shen, bentuk spesifik qigong, ternyata memiliki pengaruh yang bermanfaat terhadap penyakit yang diduga berasal dari gangguan emosional terutama yang berhubungan dengan sakit semasa haid dan pre-haid, migren, sindrom buang air besar yang mengganggu, gangguan makan, sindrom sakit punggung bawah yang menahun (pra dan pasca operasi), dan gangguan emosional lainnya seperti rasa cemas, depresi, rasa sedih, dan gangguan tidur.

 

5. A Study of the Effect of the Emitted Qi on the L-1210 Cells of Leukemia in Mice oleh Zhao Xiuzhen dan Feng Lida (China Immunology Research Center, Beijing, China); halaman 6.

Pengaruh pancaran ki terhadap sel leukemia L-1210 pada tikus DBA telah diuji-coba. Tikus dalam kelompok eksperimen menerima pancaran ki selama 10 sampai 14 menit sekali sehari selama 10 hari sementara kelompok kontrol tidak diberi perawatan. Perbedaan statistik terlihat dengan jelas (P < 0,01) berkenaan dengan jumlah sel L-1210 yang masih ada (dengan memakai mikroskopik cahaya); berarti menunjukkan bahwa selL-1210 dalam tikus dapat dikurangi secara luar biasa setelah menerima pancaran ki.

 

6. Qigong in Australia – An Effective Weapon Agains Stress oleh Jack Lim (Qigong School of Australia); halaman 155.

Qigong ternyata merupakan sarana efektif untuk melawan stress dengan gejala-gejala fisik seperti meningkatnya denyut jantung, kelelahan fisik, dan susah tidur, tukak lambung, tekanan darah tinggi, dan penyakit jantung. Keempat ratus subyek yang disurvei  melaporkan kemajuan nyata dalam kondisi mereka. Bidang pekerjaan mereka beraneka ragam misalnya, dokter, pemimpin perusahaan, pengacara, pakar komputer, seniman, ibu rumah tangga, siswa, dan pensiunan.

 

7. Effects of the Emitted Qi on Healing of Experimental Fracture oleh Jia Lin dan Jia Jinding (National Research Institute of Sports Science, Beijing, China); halaman 13.

Pengaruh biologis komparatif pancaran ki terhadap penyembuhan patah tulang pada kelinci menunjukkan bahwa jumlah dan kepadatan pembentukan callus lebih baik dalam menunjukkan bahwa jumlah dan kepadatan pembentukan callus lebih baik dalam kelompok pancaran ki daripada dalam kelompok kontrol. Hasil serupa juga diperoleh pada ultratrauma otot yang terlampau keras bekerja.

Sumber:  Ilmu dan Seni Penyembuhan dengan Tenaga Prana, Choa Kok Sui, hal. 26 – 27, terjemahan Indonesia

 

PS: Mau tahu artikel lainnya tentang kesembuhan supranatural atau kekuatan pikiran (medis quantum), silahkan Anda klik DI SINI.

 

Tinggalkan Balasan