Sering Dianggap Sama, Inilah Perbedaan Kakao dan Kokoa

Pembuatan cokelat yang biasa kita makan nggak bisa dipisahkan dari keberadaan kakao dan kokoa. Kendati terdengar sama, dan memang sebetulnya sama, kakao dan kokoa adalah dua hal yang  berbeda. Apa perbedaannya?

Siapa sih yang nggak suka dengan cokelat? Jika kamu perhatikan, setiap membeli produk dengan kandungan cokelat, kamu akan menemukan kandungan berupa kakao. Namun, olahan cokelat lain menuliskan, bahannya berupa kokoa. Kakao dan kokoa sama atau enggak sih?

Kedua bahan tersebut sebenarnya berasal dari tempat yang sama, pengolahannyalah yang membuat keduanya menjadi berbeda. Pengolahan itu pula yang membuat kandungan gizi keduanya berbeda. Hm, apa sih yang membuat keduanya berbeda?

Penyebutan

Kakao dan kokoa boleh jadi berakar pada kata yang sama, yakni kakawa yang berasal dari bahasa Olmec. Olmec adalah suku yang mendiami kawasan dataran rendah tropis di wilayah tengah dan selatan Meksiko. Kakawa merujuk pada biji-bijian pohon kakao, Theobroma cocoa.

Tanaman ini menghasilkan buah besar seperti polong berisikan 20-60 biji yang dikelilingi selaput putih bercita rasa asam manis, laiknya sirsak. Para pengolah produk biji kakao mentah sering menggunakan kata kakao ketimbang kokoa, karena menyiratkan produk mereka lebih alami.

Yap, kakao merujuk pada bahan cokelat sebelum diolah. Sementara, kokoa merujuk pada penyebutan kakao yang telah melalui berbagai proses pengolahan.

Bentuk

Dari penyebutannya, kamu bisa membedakan mana kakao dan mana kokoa. Kakao merupakan biji mentah dan  bentuk cokelat paling murni karena melalui proses yang paling sedikit. Produk ini juga dikenal punya kandungan antioksidan tinggi yang bermanfaat bagi tubuh.

Sedangkan kokoa mengacu pada olahan-olahan cokelat. Biasanya, di pasaran, kokoa ditemukan dalam bentuk serbuk (cocoa powder), lemak kokoa (cocoa butter), atau massa kokoa (cocoa mass). Di pasaran, produk kokoa dijual lebih murah, tapi tetap memiliki manfaat yang sama, kok!

Kakao merupakan sumber mineral, selenium, magnesium, kromium dan mangan yang baik. Untuk dapat menikmati cokelat lezat, biji kakao umumnya melewati berbagai proses seperti fermentasi, pengeringan, pemanggangan, pengayakan, penggilingan, dan proses ayak.

Mendapatkan Bubuk Kakao Berkualitas

Untuk mendapatkan hasil maksimal dari manfaat konsumsi cokelat, pastikan memakai bubuk kakao berkualitas dan organik yang bisa Anda lihat dan pesan DI SINI. Jika Anda suka ngemil, dapatkan camilan cokelat organik yang menyehatkan tapi rasanya tetap manis dan enak, begitu juga minuman cokelat hangat instan yang menyehatkan, semuanya ada DI SINI!

Referensi: https://www.inibaru.id/hits/sering-dianggap-sama-inilah-perbedaan-kakao-dan-kokoa

Tinggalkan Balasan