Susu Mengandung 20 Jenis Obat Penghilang Rasa Sakit, Antibiotik, dan Hormon Pertumbuhan Sintetis

Ya benar, susu sapi yang Anda hidangkan ke putra-putri kesayangan Anda sebenarnya mengandung 20 jenis obat penghilang rasa sakit, antibiotik, dan hormon pertumbuhan sintetis. Dengan menggunakan tes dengan tingkat sensitif yang tinggi, para ilmuwan menemukan bahan-bahan sintetis tersebut dalam tidak hanya pada susu sapi, tapi juga pada susu kambing dan manusia. Kadar paling banyak ditemukan pada susu sapi.

Jadi penelitian tersebut menunjukkan bahwa bahan-bahan kimia sintesa manusia KINI ditemukan dalam rantai makanan.

Daily Mail melaporkan:

“Para peneliti percaya beberapa obat dan perangsang pertumbuhan sintetis telah diberikan ke ternak, atau masuk ke susu melalui pemberian pakan ternak atau bisa juga karena pencemaran di peternakan … Perinciannya … menunjukkan bahwa susu sapi mengandung sisa-sisa obat-obatan antiperadangan seperti niflumic acid, mefenamic acid, dan ketoprofen … ia juga mengandung hormon 17-beta-estradiol.”

.

Banyaknya Zat-zat Sintetis Tersebut akan Membuat Anda Makin Sakit

Beberapa artikel di Indonesia mengira bahwa ini adalah hal yang baik karena zat-zat tambahan tersebut akan membuat seseorang jadi lebih sehat, padahal yang terjadi adalah sebaliknya. Hal ini bisa dimaklumi karena mereka kurang memahami sains medis. Sekarang saya akan membeberkan Anda logikanya mengapa za-zat sintetis ini menyebabkan susu sapi jadi tidak sehat.

Sapi jaman dulu JAUH lebih sehat dibandingkan dengan sapi jaman sekarang. Mengapa demikian? Ini adalah karena jaman dulu manusia tidak memproduksi pestisida, herbisida, dan obat-obatan sintetis lainnya dimana akan mencemari air dan tanaman, serta tidak memberikan hormon dan antibiotik sintetis pada ternak mereka.

Para peneliti Spanyol dan Maroko menggunakan tes dengan tingkat sensitifitas yang tinggi untuk menemukan tipe obat apa saja yang ada pada beberapa susu (susu sapi, kambing, dan manusia). Apa yang mereka temukan ternyata sangat mencengangkan. Dampak dari pemberian obat dan hormon sintetis pada manusia dan hewan pun terkuak. Beberapa obat kimia dan hormon yang terdeteksi adalah:

  • Obat antiperadangan (niflumic acid, mefenamic acid, ketoprofen, diclofenac, phenylbutazone, naproxen, flunixin, diclofenac).
  • Antibiotik sintetis (florfenicol).
  • Hormon alami (estrone).
  • Hormon seks (17-beta-estradiol).
  • Hormon steroid (17-alpha-ethinylestradiol).
  • Obat antimalaria (pyrimethamine).
  • Obat antifungi (triclosan).

Dari antara susu sapi, kambing, dan manusia, didapati bahwa susu sapi mengandung kadar sintesa paling banyak. Hal ini bisa dimaklumi karena sapi jaman sekarang diberikan antibiotik dan hormon sintetis, diberi pakan hibrida, pakan yang tercemar pestisida, serta adanya pencemaran di area peternakan.

Anda pasti tahu bahwa dalam pengobatan, obat dan hormon sintetis harus diberikan untuk orang yang sedang bermasalah kesehatannya. Aturan konsumsinya pun harus tepat, bukan asal minum saja. Jadi jika obat dan hormon sintetis yang terkandung pada susu sapi, kita berikan pada orang yang masih sehat (terutama bayi) dan dalam jumlah yang tidak tentu, hal ini akan membawa dampak negatif bagi kesehatan. Belum lagi pertimbangan akan adanya EFEK SAMPING yang selalu menyertai obat-obatan dan hormon sintetis.

Jadi boleh dikata, ketika kita memberikan susu sapi ke anak-anak, kita OTOMATIS memberikan racun kepada mereka. Hal yang sama juga terjadi ketika kita minum susu sapi ketika hamil dan ketika untuk mencegah osteoporosis.

.

Alasan Mengapa Kita SEMUA Harus Beralih Ke Pengobatan Alami

Fakta yang perlu masyarakat SADARI adalah pencemaran obat dan hormon sintetis ini ada pada SEMUA rantai makanan.

Ketika kita memproduksi obat dan hormon sintetis kemudian membuangnya ke air dan tanah, tanaman pun kemudian menyerapnya. Semua hewan pemakan tumbuhan memakan tanaman dan meminum air yang tercemar ini. Kita, manusia, memakan beberapa hewan yang sudah tercemar ini, apalagi ternak sapi jaman sekarang telah rutin diberikan secara langsung antibiotik dan hormon pertumbuhan sintetis (supaya cepat tumbuh, gemuk, dan lebih banyak susunya).

Air yang telah tercemar dengan obat-obatan kimia menjadi konsumsi sehari-hari kita (jika tidak dimurnikan dengan benar). Tanaman menyerap air dan unsur hara yang telah tercemar obat-obatan kimia. Dan kita pun secara tidak langsung juga ikut tercemar ketika memakan tanaman-tanaman ini.

Melihat adanya ‘pencemaran berantai’ seperti ini, mau tidak mau, semua masyarakat dan praktisi medis HARUS mulai beralih ke pengobatan alami.

Saya tidak mengajak semua orang untuk berhenti total minum susu sapi atau tidak minum obat kimia sama sekali. Saya menulis artikel ini untuk supaya semua orang tahu kebenarannya, bisa lebih WASPADA, dan mengambil tindakan bijaksana sesuai keadaan masing-masing. Contoh: ketika hamil dan untuk mencegah osteoporosis, janganlah minum susu sapi. Gantilah dengan rutin konsumsi minyak kelapa murni, banyak konsumsi sayur-sayuran serta buah-buahan pilihan (sebisa mungkin organik, dibersihkan dan disimpan dengan benar, dan tanpa dimasak). Untuk bayi-bayi, berikanlah ASI berkualitas. Dan ketika sakit, jangan terburu-buru diberikan obat kimia (yang sudah pasti beresiko efek samping).

Sedangkan bagi praktisi medis, harus rendah hati mau menerima, belajar, dan meresepkan obat alami sebagai sains medis yang lebih baik dan aman. Para dokter medis konvensional perlu mengkoreksi sain medis mereka dengan sains medis terbaru, yaitu sains medis holistik modern.

Healindonesia, Dt Awan (Andreas Hermawan) – 26 Des 2011

Referensi:

http://www.dailymail.co.uk/sciencetech/article-2012050/The-cocktail-20-chemicals-glass-milk.html

http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/21469656

http://articles.mercola.com/sites/articles/archive/2011/07/26/who-knew-this-cocktail-of-up-to-20-chemicals-was-in-your-glass-of-milk.aspx

Tinggalkan Balasan