Yang Perlu Anda Lakukan untuk Kasus Maag yang Parah dan Bisa Membahayakan Nyawa

Di awal-awal, maag atau gangguan lambung lainnya memang tidak membahayakan. Tapi jika disepelekan bahkan tidak ditangani secara alami, maag dan gangguan lambung lainnya bisa meningkat jadi kondisi yang merusak kebahagiaan dan hidup Anda. Bahkan ujung-ujungnya bisa membunuh Anda.

Inilah yang terjadi dengan dokter Ryan Thamrin yang adalah presenter acara Dokter Oz Indonesia. Beliau meninggal karena penyakit maag akut yang telah dideritanya cukup lama (kronis).

dr Ryan Thamrin

Menurut sepupunya, Doni Aprialdi, dr Ryan telah menderita maag selama satu tahun terakhir dan menjalani pengobatan di sejumlah rumah sakit di Pekanbaru dan Malaka.

Walaupun seorang dokter, tapi oleh karena beliau tidak menangani maagnya secara holistik, beliau akhirnya meninggal dunia.

Ternyata sakit maag adalah penyakit yang cukup serius jika tidak ditangani dengan baik. Oleh karena itu, jangan sepelekan dan jangan menunda-menunda pengobatan Anda secara medis holistik. Karena kondisi Anda pelan tapi pasti, akan menjadi lebih parah dari sebelumnya. Jika sudah lebih parah, pengobatannya pun akan lebih lama, lebih susah dan pasti lebih mahal!

Untuk kasus yang berat atau parah, ini saran saya:

  1. Bereskan masalah psikosomatisnya. Tentang hal ini, saya sudah menjelaskannya cukup panjang di bab-bab sebelumnya.
  2. Pola makan yang benar dan pantangan-pantangannya harus dijalankan ketat. Jangan ada kompromi karena penyakit yang dihadapi sudah dalam level mengancam nyawa.
  3. Jangan tanggung-tanggung pengobatan alaminya. Pengobatan alaminya jangan hanya jaga pola makan saja. Hasilnya mungkin 50:50 untuk berhasil dan yang pasti bisa lama terlihat. Tambahkanlah herbal atau suplemen super untuk mengatasinya. Jika mahal, tetap usahakan karena toh semahal-mahalnya herbal atau suplemen, masih jauh lebih mahal jika Anda opname, operasi dan tindakan medis darurat lainnya.
  4. Jangan panik! Bukan hanya pasien yang tidak boleh panik, pihak keluarga atau teman juga tidak boleh panik ketika menghadapi situasi darurat. Kenapa demikian? Karena kepanikan akan mengacaukan pikiran Anda sehingga prosentase Anda membuat kesalahan akan besar!
  5. Sabar lihat hasilnya. Oleh karena kasus gawat dan parah, Anda tidak bisa mengharapkan hasil yang sama dengan kasus ringan dan menengah. Jadi wajarlah jika hasilnya beda sekali dan terkesan lebih lama.

 

Pola Makan dan Pantangan untuk Kasus Berat

Untuk kasus berat, selama masa terapi hindari dulu karbohidrat tinggi, susu, daging merah, ikan laut, jajan gorengan di jalan, teh, kopi, alkohol (arak, wine, beer), mie instant, bakso, junk food, soft drink, bakery, roti gandum, dan sereal. Hindari yang pedas-pedas dan bersantan, kecuali santan mentah.

Jika Anda tidak bisa lepas dari makan nasi, beras putih diganti dengan beras merah, beras coklat, atau beras hitam saja. Minyak yang baik dan aman Anda konsumsi adalah minyak kelapa, minyak wijen, minyak zaitun, dan minyak ikan. Untuk keperluan memasak lebih baik menggunakan minyak kelapa (bukan kelapa sawit) atau minyak zaitun,

Untuk lauk bisa konsumsi daging ayam kampung, ikan air tawar, bekicot, telur puyuh dan telur ayam kampung. Cukupi konsumsi air putih, juga sayur dan buah berwarna gelap.

Sayur dan buah lebih baik yang berwarna, misal: wortel, tomat, sawi hijau, kangkung, alpukat, mangga, manggis, sirsak, kiwi, terong ungu, dan lainnya. Namun jangan banyak-banyak konsumi brokoli, kubis, ubi, kecambah dan kacang-kacangan karena bisa menimbulkan banyak gas di perut sehingga bisa perut kembung dan memicu maag.

Dan jangan lupa jangan makan terlalu banyak dalam satu waktu.

Untuk makanan yang banyak digoreng, minyak yang aman untuk penderita maag hanyalah minyak kelapa, zaitun, minyak ikan, dan minyak wijen. Tapi tentu saja, jangan memakai minyak yang dipakai menggoreng berulang kali.

Usahakan juga jika makan yang mentah (tidak dipanaskan) dalam porsi cukup banyak, itu dimakan lebih dahulu dibandingkan makan yang diolah (dipanaskan). Makanan yang tidak dipanaskan itu masih mengandung banyak enzim sehingga lebih cepat dicerna dibandingkan yang dipanaskan.

Coba bayangkan ketika Anda makan nasi dan menu lainnya yang dipanaskan lebih dulu, kemudian baru makan yang mentah/tidak dipanaskan seperti misalnya buah-buahan dalam porsi cukup banyak, yang terjadi adalah nasi yang lamban dicerna tersebut akan menghambat turunnya buah yang cepat tercerna. Buah yang terhalang turun tersebut sudah terurai duluan tapi tidak terurai dengan baik karena jalannya dihalangi oleh nasi, sehingga proses pencernaan yang terhalang ini menimbulkan gas dan timbullah yang namanya perut kembung.

Garam untuk masak lebih baik memakai garam laut asli/tradisional seperti misalnya garam krosok/garam kasar. Atau kalau mau lebih keren lagi, Anda bisa memakai garam Himalaya import. Jangan pakai garam meja yodium karena unsur mineral di garam meja/refinasi tidak lengkap dan bisa meningkatkan resiko hipertensi. Anda bisa belajar tentang garam tradisional versus garam refinasi lebih detail lagi DI SINI.

Air minumnya untuk sehari-hari adalah yang kadar ph-nya basa atau yang kadar oksigennya tinggi. Misal: merek Cleo, Nonmin, Pristine, SuperO2, Total 8+, New Hygio+. Semuanya bisa dicari di minimarket atau supermarket terdekat.

Sedangkan untuk keperluan memasak, jangan gunakan air PAM karena air PAM tercemar oleh kaporit. Gunakanlah air sumur atau air isi ulang untuk keperluan memasak, tapi pastikan memang bersih.

Oh, iya ketika tidur, jangan miring ke sisi kanan ya supaya berat tubuh Anda tidak menekan lambung. Posisi terlentang atau miring di sisi kiri adalah posisi yang aman untuk Anda. Selain itu Anda juga perlu meninggikan tubuh bagian atas sambil berbaring. Berbaring di tempat tidur datar dan bantal yang rendah dapat menyebabkan mulas yang lebih serius, karena pada kondisi ini, tenggorokan dan perut Anda berada pada tingkat yang sama dan membuat asam lambung mudah mengalir ke kerongkongan Anda.

 

Jangan Tanggung-tanggung untuk Herbal/Suplemennya

Kalau saya sendiri akan meresepkan vco, madu berkualitas, royal jelly dan tanah liat. Tapi tentu saja, Anda harus memastikan ini semua benar-benar berkualitas tinggi. Ngga mungkin khan, situasi genting Anda masih coba-coba?!

Silahkan Anda memakai merek apapun dari 4 hal tadi, yang penting kelimanya memang terjamin dan terbukti kualitasnya. Tapi jika Anda minta saran saya sesuai dengan pengalaman saya, inilah rekomendasi saya:

Atau Anda juga bisa memakai metode pengobatan seperti contoh kasus parah di bawah ini:

 

Menderita Maag Akut & Kronis, Usia 28 Tahun Tapi Berat Badan 12 Kg

Mawan, 28 tahun. Jambi

Mungkin saat saya menceritakan hal ini, pembaca tidak percaya bahwa penderitaan ini cukup panjang hingga berat badan saya hanya 12kg (12kg adalah berat standar anak usia 2 tahun). Usia saya 28 tahun, mana mungkin 12 kg? Percaya atau tidak itulah kenyataannya dan cerita lengkapnya adalah sebagai berikut:

Sekitar tahun 2002/2003, saat itu masih duduk di SMP. Saya suka pilih-pilih makanan, jarang makan dan sangat sulit untuk makanan yang disiapkan oleh ibu di rumah. Makanan yang saya pilih justru makanan yang tidak sehat yaitu MIE INSTAN MENTAH yang ditaburi dengan bumbunya. Setiap hari, makanan setia itu selalu saya santap bahkan bukan hanya 1 bungkus saja.

Karena pola hidup yang tidak sehat akhirnya masalah lambung menyerang. Saya menderita sakit maag. Setiap kali serangan, saya selalu minum obat sakit maag. Saking parahnya, setiap hari obat sakit selalu saya telan. Setiap hari keadaan lambung saya tidak bertambah baik tetapi semakin parah. Karena jika obat maag merk “P” sudah ngga mempan, maka ganti merk obat “M”. Jika sudah ngga mempan lagi, maka ganti dengan merk lainnya lagi. Sehingga bisa dibayangkan bagaimana parahnya penyakit saya.

Apa yang saya makan selalu tidak bisa dicerna oleh lambung. Akhirnya muntah, dan muntahannya dalam bentuk makanan utuh. Jika saya makan nasi muntahnya nasi, jika saya makan mie muntah mie. Apapun yang saya makan selalu muntah. Oleh karena itu berat badan perlahan-lahan turun dengan pasti.

Saya berkunjung ke dokter dan indikasinya maag akut dan kronis dan saya menderita keracunan obat (akibat seringnya gonta ganti obat). Selepas dari dokterpun, keadaan saya tidak bertambah baik. Penyakit saya semakin lama semakin menggerogoti tubuh dan berat badan semakin turun drastis.

Sampai di tahun awal 2015 kondisi saya semakin mengkhawatirkan. Ditambah dengan stress di pekerjaan memperparah keadaan maag saya. Tidak bisa makan kecuali bubur, puding yang lembut dan tajin (air dari membuat bubur). Itupun makanan yang masuk jumlahnya juga sangat sedikit. Perut saya tidak bisa menerima makanan yang keras. Nasi tidak bisa diterima, perut menjadi sangat sakiiitt sekali. Lambung saya tidak mampu lagi untuk mencerna makanan yang masuk. Buah-buahan saja juga hanya pepaya dan alpukat yang bisa masuk. Sayurpun hanya labu siam saja yang bisa masuk. Roti yang mengandung ragi juga ngga bisa saya konsumsi. Ikanpun tidak bisa saya kunsumsi. Mama hanya ngasih makan bubur dengan sup ayam kampung karena saya tidak bisa makan ayam potong.

Jika dahulu saya muntah masih berbentuk makanan tapi sekarang muntahan saya hanyalah air yang berwarna kekuning-kuningan dan sangat banyak hingga sebaskom. Bau muntahan itu sangat menyengat hingga saudara-saudara saya tidak sanggup membantu saya saat muntah. Dan luar biasanya, saat saya muntah dan muntahan tersebut dibuang oleh ibu ke kebun belakang, rumput-rumput yang tersiram muntahan itu menjadi layu seperti tersiram air panas. Dan bau muntahan 3 hari masih menyengat. Sampai akhirnya kami putuskan setiap muntahan tidak dibuang ke kebun tetapi langsung dibuang ke kloset.

Saat parah-parahnya yaitu bulan Februari 2015, saya sudah keliling keluar masuk rumah sakit. Mulai dari RS DKT (15 hari), RSU (1 minggu), RS Arafah (3 hari), RS Siloam dan RS Abdul Manap. Karena tidak ada perubahan yang berarti, akhirnya mama membawa saya ke rumah sakit di kota Medan. Tepatnya bulan Maret 2015 saya berobat ke RS Adam malik. Hasil dari cek up dan pemeriksaan pernafasan. Karena tidak ada perkembangan dan kami minta keluar dan pulang.

Setelah pulang, ternyata kondisi semakin drop sampai akhirnya masuk kembali ke RS Estomisi selama 2 minggu. Setelah 2 minggu, saya meminta keluar untuk mengikuti pemberkatan nikah kakak di medan (foto yang tercantum adalah saat kakak menikah). Saking kurusnya, disenggol sedikit, saya pasti roboh. Terus ngedrop lagi dan masuk ke RS Estomihi, kemudian keluar dan pindah ke RS Colombia. Dan pada akhirnya tidak ada hasil yang memuaskan, pelayanan RS tidak membuat saya menjadi lebih baik.

Bulan April 2015, kami mencoba pengobatan alternatif. Konsumsi ramuan dari daun-daunan selama beberapa bulan. Awalnya, ramuan tersebut sepertinya bermanfaat tetapi berikutnya keadaan saya kembali parah. Bulan Juli 2015 mama memutuskan untuk kami pulang ke Jambi. Mama tetap memberikan makan seperti biasanya karena bingung tidak tahu harus berobat kemana karena sudah banyak biaya yang dikeluarkan (ratusan juta rupiah) tetapi hasilnya malah semakin parah.

Bahkan di RS Columbia, oleh dokter yang menangani saya juga disarankan untuk ganti lambung. Biayanya mencapai ratusan juta tetapi itupun belum tentu 100% cocok. Berat badan harus naik dulu agar layak operasi. Nantinya dekat pundak juga bakal diberikan lubang untuk masukin makanan. Baru dengar info demikian saya langsung stress dan berat badan nyusut dratis.

Sekitar Juni 2016, saya bertemu dengan tante Anjar menawarkan produk HDI. Awalnya saya meragukan karena dari madu. Sebelumnya saya pernah konsumsi madu dan perut saya langsung nolak alias tidak bisa menerima, asam lambung naik dan perut menjadi sangat sakit. Setelah diyakinkan dan dicobakan sesendok aja tidak ada rasa mual sama sekali dengan perut saya. Saya bicara ke kakak jika madu HDI ini cocok dengan saya. Kakak berkata berarti jika adik cocok, kami juga pasti cocok.

Awal-awal, saya hanya konsumsi Clover Honey saja. Setelah merasa cocok berikutnya saya mengambil 1 paket Easi Starter. Sejak saat itu saya juga mengkonsumsi Bee Propolis 3×3, Royale Jelly Liquid 1 sdt, Pollenergy 2×3, Clover Honey 3×1 sendok makan.

Dua minggu pertama kondisi perut ini masih sangat tidak nyaman masih muntah-muntah. Tetapi saya diyakinkan untuk konsumsi terus karena kata tante Anjar itu adalah proses. Selama dua minggu saya konsumsi, muntah menjadi berkurang. Porsi makanan saya terus bertambah dan berat badan juga nambah meski perlahan. Setelah kondisi lebih bagus, saya mulai berani menimbang berat badan.

Saya meminta untuk membeli timbangan. Ternyata berat badannya menjadi 30kg. Saya menjadi kaget. Apakah timbangannya tidak salah. Tante Anjar mengatakan bahwa Bee Propolis itu yang membuat proses pemulihan lambung dan membuang racun. Maka saya tingkatkan pemakaian Bee Propolis menjadi 5×3 tablet. Dan sekarang keadaan saya sudah jauh lebih baik dan menurut saya ini adalah mujizat. Berat badan saya sekarang 48 kg. Saya sudah tidak konsumsi obat-obatan lagi karena obat merusak tubuh dan saya sudah membutikannya sendiri. Sampai sekarang saya masih mengkonsumsi produk HDI karena saya merasa HDI memiliki harga yang pantas untuk menebus dan mempertahankan kesehatan.

Sakit ternyata sangat menderita. Bukan hanya yang sakit yang menderita, termasuk orang tuanya. Keuangan keluarga menjadi banyak keluar selain itu obat-obatan yang dikonsumsi memberikan dampak buruk untuk kesehatan. Tinggi badan saya mencapai 158, dari berat badan 12 kg sekarang 48 kg adalah hal yang patut disyukuri. Jika tidak ada HDI yang dibawa oleh Tante Anjar, mungkin sampai sekarang saya masih frustasi dan kehilangan harapan karena tidak tahu apa yang harus dilakukan untuk sembuh dari penyakit saya.

Anda bisa mendapatkan produk-produk di kesaksian di atas dengan cara klik nama-nama produk di bawah ini:

Bee Propolis       Clover Honey      Royale Jelly Liquid       Pollenergy

Nah, itu tadi jabaran singkat apa saja yang perlu Anda lakukan ketika menghadapi kasus maag yang parah dan bisa membahayakan nyawa. Saya ingatkan sekali lagi untuk serius dan komitmen dalam menghadapi kondisi seperti ini karena nyawa taruhannya.

Dt Awan (Andreas Hermawan)


Tinggalkan Balasan