Kenali Jenis-jenis Gangguan Pada Kelenjar Tiroid

Kelenjar tiroid mungkin belum menjadi perhatian khusus bagi masyarakat. Tapi ada beberapa gangguan yang bisa terjadi pada kelenjar ini dan jika dibiarkan bisa menyebabkan komplikasi kronis.

Tiroid adalah kelenjar yang terletak di leher bagian depan yang berbentuk seperti kupu-kupu dan seringkali mudah untuk diraba. Kelenjar ini akan memproduksi hormon tiroid yang berfungsi menstimulasi metabolisme dari sel-sel di tubuh.

“Penyakit tiroid itu dibagi menjadi dua, yaitu yang berhubungan dengan ukuran kelenjar (misalnya membesar) dan gangguan pada produksi hormonalnya (misal berlebihan atau kekurangan),” ujar dr Suharko Soebardi, SpPD-KEMD dalam acara konferensi pers Tingkatkan Kepedulian Masyarakat Terhadap Kasus Metabolik dan Endokrin untuk Mencegah Komplikasi Kronik yang Diakibatkannya, di Hotel Nikko Jakarta, Rabu (8/6/2011).

dr Suharko menuturkan penyakit tiroid lebih banyak dialami oleh perempuan dibanding laki-laki (bisa sampai 5-7 kali lipat) dan mewakili sebagian besar penyakit endokrin.

Baca juga: Akhirnya Saya Sembuh dari Hipertiroid

Berikut ini beberapa gangguan yang bisa terjadi pada kelenjar tiroid yaitu:

Nodul Tiroid

Kondisi ini terjadi karena adanya benjolan pada kelenjar tiroid. Benjolan ini bisa berjumlah satu (nodul tunggal) atau lebih (multinodul goiter). Benjolan yang muncul kemungkinan akibat:

  1. Kista yang mengandung cairan.
  2. Adenoma atau tumor jinak berdegenerasi.
  3. Adenoma tumbuh lambat.
  4. Keganasan yang bisa menyebabkan kanker tiroid (kasusnya dalam jumlah kecil).

“Umumnya kasus keganasan lebih tinggi terjadi pada laki-laki, dan jika tiroidnya sudah diangkat maka ia harus mengonsumsi obat seumur hidup karena tidak ada lagi yang bisa memproduksi hormon tiroid di dalam tubuh,” ujarnya.

dr Suharko menuturkan kondisi ini biasanya baru diketahui ketika seseorang sedang mengaca dan menemukan adanya benjolan di leher bagian depan.

Hipertiroid

Kondisi ini terjadi karena kelenjar tiroid terlalu aktif menghasilkan hormon sehingga jumlah yang beredar di dalam darah menjadi berlebih. Penyebabnya bisa karena penyakit Graves, pengeluaran yang abnormal dari TSH (thyroid stimulating hormone), tiroiditis (peradangan kelenjar tiroid) dan konsumsi yodium berlebih.

Gejala yang muncul termasuk keringat berlebihan, berat badan menurun, gemetaran, gelisah, tidak toleran terhadap panas, mudah lelah, konsentrasi berkurang, mata melotot (seperti mau keluar) dan menstruasi yang tidak teratur atau sedikit.

Baca juga: Hipertiroid & Diabetes Sembuh dengan Rutin Konsumsi Minyak Kelapa Murni

Hipotiroid

Kondisi ini terjadi karena kelenjar tiroid memproduksi hormon dalam jumlah sedikit atau rendah. Penyebabnya bisa karena penyakit hipofisis, obat-obatan, penghancuran tiroid dan kekurangan yodium berat.

Gejala yang muncul termasuk depresi, kelelahan, tidak toleransi terhadap dingin, kulit dan rambut yang kering, tingkat kolesterol meningkat, denyut jantung menurun, konsentrasi menurun dan rasa sakit atau nyeri yang samar-samar.

“Biasanya masyarakat tidak menyadari gejala yang muncul, kalau jantung berdebar-debar tidak diperhatikan, misalnya mata melotot baru disadari kalau ada teman yang menegur,” ungkap dr Suharko.

dr Suharko mengungkapkan gangguan hormonal ini bisa terjadi seumur hidup, meski pada saat-saat tertentu kadar hormonnya bisa kembali normal tapi tidak ada yang tahu penyebab gangguan hormon tersebut muncul kembali.

Sumber: DetikHealth

PS: Untuk mendapatkan Paket Terapi khusus gangguan tiroid silahkan Anda menghubungi kami dengan klik DI SINI.


Tinggalkan Balasan