Makanan untuk Epilepsi: Mana yang Baik, Mana yang Harus Dihindari?

Tidak semua makanan baik bagi penderita epilepsi, salah dalam memilih makanan tertentu juga bisa memicu kembali datangnya kejang. Untuk itu anda perlu mengenali makanan apa saja yang baik bagi penderita epilepsi serta makanan apa saja yang harus dihindari bagi penderita epilepsi.

Pantangan Makanan Bagi Penderita Epilepsi

Makanan Olahan Yang Mengandung Karbohidrat

Kadar glukosa darah yang naik turun tajam dapat memicu kejang. Untuk menyeimbangkan kadar glukosa darah Anda, hindari makanan tinggi glisemik. Makanan ini termasuk makanan olahan karbohidrat seperti pizza, minuman ringan (soft drink), roti, kue, nasi putih, pasta putih dan chip. 

Menurut penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal “Neurology” pada tahun 2006 menyatakan orang yang menghindari makanan karbohidrat olahan mempunyai 90% resiko kejang lebih sedikit.

Sebagai pengganti nasi putih, penderita bisa mengonsumsi beras merah dan beras coklat.

Gluten

Gluten adalah istilah umum untuk protein yang ditemukan dalam gandum atau biji-bijian yang kaya kandungan glutamat dan aspartate. Dua asam amino inilah yang dapat mempengaruhi aktivitas listrik otak. Makanan yang terdapat gluten sering ditemukan dalam makanan seperti roti, pasta, sup kalengan, saus, produk vegetarian, sereal kenyal, bahkan bir.

Makanan dan Minuman dari Kedelai Non Fermentasi

Kedelai adalah kacang-kacangan yang dianggap sebagai tanaman penting terutama bagi para vegan dan vegetarian. Sayangnya, kedelai non-fermentasi di jaman sekarang merupakan salah satu penyebab alergi makanan yang paling umum di antara anak-anak dan dapat memicu reaksi alergi yang serius serta kejang potensial. Ini disebabkan oleh karena kebanyakan kedelai yang ada di tengah masyarakat adalah kedelai hibrida yang genetikanya sudah direkayasa.

Produk kedelai yang aman bagi penderita epilepsy adalah yang terbuat dari kedelai organik atau yang sudah melalui proses fermentasi seperti misalnya: tempe, kecambah kedelai, dan susu kefir kedelai (bukan susu kedelai biasa).

Gula Pasir dan Pemanis Buatan

Meskipun gula pasir biasanya dianggap sebagai sumber bahan bakar utama untuk otak, namun terlalu banyak mengkonsumsinya dapat memicu kejang pada seseorang. Begitu juga dengan pemanis buatan, juga bisa memicu kejang pada penderita epilepsy. Contoh beberapa makanan dan minuman yang banyak mengandung gula pasir atau pemanis buatan adalah soft drink, minuman kaleng, jus dalam kemasan, donat, kue tart, camilan cokelat susu, ice cream, dan permen.

Hindari Makanan Yang Mengandung Penguat Rasa Sintetis

Makanan yang terlalu banyak menambahkan penguat rasa sintetis seperti MSG, dianggap “excitotoxins” karena mereka merangsang sel-sel saraf dengan cepat, yang dapat memicu kejang di otak. MSG secara luas digunakan dalam industri makanan dan restoran sebagai penambah rasa gurih dari makanan. Meskipun sulit untuk menemukan makanan yang tidak mengandung MSG diluar, tetapi Anda bisa dengan memakan makanan olahan yang dibuat di rumah.

Makanan yang Baik untuk Penderita Epilepsi

Disamping beberapa makanan yang harus kita hindari selama mengalami penyakit epilepsi, ada juga beberapa jenis makanan yang sangat bagus untuk penderita epilepsi yang bisa kita kelola dengan baik, sehingga dapat mencegah serta mempercepat proses penyembuhan. Makanan ini dapat kita temukan dalam daging, seafood dan lainnya.

Daging dan Seafood

Daging dan seafood merupakan sumber kaya protein dan nutrisi yang mendukung sistem kekebalan tubuh Anda, seperti seng. Sebuah teknik diet populer digunakan untuk mengobati epilepsi melibatkan diet ketogenik, di mana Anda banyak mengkonsumsi protein dan lemak, tapi sedikit untuk karbohidrat. Tanpa banyak glukosa, yang biasanya Anda dapat dari karbohidrat, tubuh Anda akan mulai merubah lemak menjadi energi.

Menurut Epilepsy Foundation of America diet ketogenik dapat membantu mengurangi atau menghilangkan kejang. Makanan yang mengandung protein tinggi ini meliputi daging merah, unggas, ikan air tawar serta seafood seperti udang, kerang dan lobster.

Buah-buahan dan Sayur-sayuran

Buah-buahan dan sayuran memberikan jumlah yang kaya antioksidan dan nutrisi yang mendukung kemampuan tubuh Anda untuk mempertahankan diri dari penyakit. Penelitian yang dipublikasikan di “Clinica Chimica Acta” pada Januari 2001 menunjukkan korelasi antara kekurangan antioksidan dan serangan epilepsi. Pasien dengan kadar antioksidan yang lebih rendah paling rentan terhadap kejang. 

Tidak hanya itu, Para peneliti juga menyimpulkan bahwa radikal bebas atau racun dapat dilawan dengan antioksidan serta dapat berkontribusi untuk mengurangi resiko epilepsi. Makanan yang mengandung antioksidan tinggi bisa Anda dapat dalam buah-buahan dan sayuran berwarna, seperti berry, ceri, buah jeruk, tomat, bayam, kangkung, brokoli, dan kubis Brussel. Jika Anda mengikuti diet ketogenik, pilihlah sayuran non-tepung, seperti sayuran hijau, paprika, buncis dan brokoli, yang rendah karbohidrat.

Mentega dan Minyak

Mentega dan minyak membantu tubuh Anda menyerap nutrisi yang larut dalam lemak sehingga bisa meningkatkan fungsi otak. Spesialis epilepsi di Johns Hopkins, Dr Eric Kossoff, mendorong makanan tinggi lemak termasuk mentega dan minyak, sebagai bagian dari diet ketogenik. Tapi tidak semua minyak atau lemak itu baik untuk penderita epilepsi. Minyak yang disarankan adalah minyak wijen, minyak kemiri, minyak kelapa, minyak zaitun, minyak ikan, dan minyak krill.


Tinggalkan Balasan