Mengenal Manfaat Mineral Bagi Tubuh Kita

Mineral merupakan elemen pembentuk alam semesta, bumi dan segala sesuatu yang berada di dalamnya, termasuk diri Anda sendiri.

Tubuh Anda adalah benar-benar suatu maha karya yang dibentuk dari elemen-elemen tersebut. Oleh karena itu, sangatlah penting untuk selalu mencukupi tubuh Anda dan mengganti lagi elemen-elemen yang dikeluarkan setiap harinya.

Mineral tidak bertindak secara sendirian dalam badan, tetapi dalam kombinasi yang kompleks. Oleh itu, kita tidak boleh mengambil supplemen yang membekalkan sejenis mineral saja! Tanah liat mengandung mineral seimbang karena kandungan mineralnya yang lebih dari 57 jenis itu sangat dibutuhkan oleh tubuh kita. Di bawah ini adalah sebagian manfaat dari beberapa mineral trace untuk kesehatan kita. (belum semua karena tidak cukup menuliskannya hanya dalam satu buku) Setelah membacanya, Anda akan memahami bahwa terapi tanah liat bisa memiliki lebih dari 50 manfaat bagi kesehatan kita.

Kalsium (Ca)

Kalsium adalah mineral yang amat penting bagi manusia, antara lain bagi metabolisme tubuh, penghubung antar saraf, kerja jantung, dan pergerakan otot.

Berikut beberapa manfaat kalsium bagi manusia:

•Mengaktifkan saraf

•Melancarkan peredaran darah

•Melenturkan otot

•Menormalkan tekanan darah

•Menyeimbangkan tingkat keasaman darah

•Menjaga keseimbangan cairan tubuh

•Mencegah osteoporosis (keropos tulang)

•Mencegah penyakit jantung

•Menurunkan resiko kanker usus

•Mengatasi kram, sakit pinggang, wasir, dan reumatik

•Mengatasi keluhan saat haid dan menopause

•Meminimalkan penyusutan tulang selama hamil dan menyusui

•Membantu mineralisasi gigi dan mencegah pendarahan akar gigi

•Mengatasi kering dan pecah-pecah pada kulit kaki dan tangan

•Memulihkan gairah seks yang menurun/melemah

•Mengatasi kencing manis (mengaktifkan pankreas)

Setelah umur 20 tahun, tubuh manusia akan mulai mengalami kekurangan kalsium sebanyak 1% per tahun. Dan setelah umur 50 tahun, jumlah kandungan kalsium dalam tubuh akan menyusut sebanyak 30%. Kehilangan akan mencapai 50% ketika mencapai umur 70 tahun dan seterusnya mengalami masalah kekurangan kalsium.

Gejala awal kekurangan kalsium adalah seperti lesu, banyak keringat, gelisah, sesak napas, menurunnya daya tahan tubuh, kurang nafsu makan, sembelit, berak-berak, insomnia, kram, dan sebagainya.

Wanita premenopausal memerlukan 1000 miligram per hari dan wanita postmenopousal memerlukan 1500 miligram per hari. Pria memerlukan sekitar 800 miligram per hari.

Magnesium (Mg)

Magnesium adalah mineral utama lain yang harus kita punyai untuk menjaga kesehatan yang baik. Fungsinya sangat mirip dengan kalsium dalam proses pembentukan tulang. Magnesium juga membantu relaksasi otot dan membantu pengubahan karbohidrat, protein, dan lemak menjadi energi. Ia membantu pembuatan protein dan membantu dalam menciptakan bahan genetika kita. 

Kita memerlukan sekitar 400 miligram magnesium setiap hari. Sulit untuk mendapatkan jumlah magnesium yang kita butuhkan hanya dari makanan kita saja, sehingga kita perlu bergantung pada suplemen.

Natrium (Na)

Sangat penting untuk pengaturan keseimbangan air dalam tubuh, keluar-masuknya substansi pada setiap sel, dan mempertahankan pH tubuh. Natrium juga berperan dalam pembentukan sinyal-sinyal saraf elektrik, kontraksi otot, dan pengaturan tekanan darah.

Boron (B)

Boron penting untuk metabolisme kalsium dan tulang yang normal. Kebanyakan orang, khususnya anak-anak, tidak mendapatkannya dalam jumlah yang diperlukan. Kita membutuhkan sekitar 3 miligram boron per hari. Tanpa boron kita akan mengalami kejadian serupa osteoporosis. Sedikit sekali suplemen vitamin-mineral yang mengandung boron. Tanah liat menjawab permasalahan ini.

Kromium (Cr)

Untuk membantu menjaga kadar gula darah normal, pengaturan insulin, dan pengurangan defisiensi yang berhubungan dengan diabetes, konsumsilah kromium. Kita harus mengonsumsi kromium sekitar 200 mikrogram per hari. Kromium ini adalah elemen lain yang sering tidak terdapat pada kebanyakan suplemen multivitamin dan mineral.

Kalium (K)

Merupakan bagian esensial dari setiap sel dalam tubuh dan diperlukan untuk pertumbuhan normal. Kalium juga terlibat dalam pelepasan energi dari makanan, sintesis protein, pengaturan keseimbangan air dalam tubuh, fungsi syaraf dan otot, dan pengaturan tekanan darah.

Tembaga (Cu)

Tembaga merupakan bagian dari eritrosit, berguna untuk pembentukan tulang, jaringan penyambung serta kolagen, membantu penyembuhan luka, penyerapan dan transport untuk zat besi, metabolism asam lemak dan RNA, serta menjadi komponen untuk sejumlah enzim. Tembaga juga diperlukan untuk metabolisme sistem saraf pusat, perkembangan dan pemasakan sel darah merah, sebagai anti-oksidan, serta perkembangan pigmen rambut.

Defisiensi tembaga berhubungan dengan menurunnya produksi energi, menurunnya fungsi kekebalan tubuh, dan hilangnya konsentrasi. 

Besi (Fe)

Hadirnya besi adalah sangat penting untuk sel-sel darah merah, sel-sel kekebalan, sel-sel darah putih, dan fungsi otak normal. Seseorang dengan defisiensi besi dan anemia akan menderita kelelahan yang parah. 

Untuk menjalankan fungsi utamanya, zat besi akan bekerjasama dengan tembaga (Cu) dan protein untuk membentuk hemoglobin. Zat besi akan mengikat karbondioksida pada hemoglobin kemudian akan membawanya ke paru-paru dimana dia akan dikeluarkan. 

Zat besi juga merupakan komponen enzim dan mengambil bagian dalam metabolisme. Ia juga berperan dalam sintesis DNA, pembentukan kulit, rambut, kuku, dan berperan dalam fungsi pertahanan tubuh.

Klorida (Cl)

Membantu menjaga keseimbangan air dan keseimbangan asam-basa di dalam tubuh, membantu aktivasi enzim, dan bahan dasar asam lambung.

Mangan (Mn)

Defisiensi dari mangan berhubungan dengan kelemahan tubuh, cacat pada pertumbuhan, dan bentuk yang cacat dari tulang.

Selenium (Se)

Selenium membantu melindungi membran sel akibat kerusakan radikal bebas dan meningkatkan sistem kekebalan kita. Ini merupakan mineral yang sangat penting karena merupakan bagian dari sistem antioksidan dan glutathione peroxidase, yang adalah suatu enzim yang paling potensial dalam sistem antioksidan dalam tubuh. Kita memerlukan selenium kira-kira 100-200 mikrogram per hari.

Selenium juga berkaitan dengan metabolisme lemak, sistem kekebalan yang sehat, dan penting bagi kesuburan pria. Defisiensi selenium berhubungan dengan naiknya resiko terhadap kanker cardiomyopathy, yakni penyakit otot jantung yang menyebabkan lemah jantung. 

Selenium merupakan antioksidan yang akan bekerjasama dengan vitamin E dan akan melindungi sel dari kerusakan jaringan. Selenium akan bekerjasama dengan vitamin untuk mempermudah penyerapannya. Ketika persediaan vitamin E disimpan dalam bentuk tak-aktif bersama selenium, hal ini akan mencegah hilangnya vitamin E dari dalam tubuh dan penting untuk menjegah terjadinya arteriosclerosis. 

Mineral ini bekerjasama dengan vitamin E untuk menghilangkan radikal bebas dan logam berat seperti arsen, cadmium, dan merkuri.

Seng (Zn)

Seng esensial untuk pertumbuhan sempurna kulit, rambut, dan kuku. Dibutuhkan untuk penyembuhan luka dan pembangunan sistem kekebalan yang sehat. Seng diperlukan dalam banyak reaksi kimia dan untuk sistem penciuman dan rasa, juga berfungsi untuk detoksifikasi racun dalam tubuh serta berperan dalam metabolisme karbohidrat.

Seng juga berfungsi untuk pembentukan DNA dan RNA, protein, insulin, serta sperma. Penting dalam mengaktifkan 80 jenis enzim, berhubungan dengan fungsi hormon pertumbuhan, dan sintesis protein tulang. Seng yang dapat diserap dalam makanan sehari-hari tidak tinggi (hanya sekitar 5-40%). Beberapa faktor yang menentukan efektivitas penyerapan seng diantaranya adalah genetika dan kehadiran sejumlah pakan dalam diet.

Yodium (I)

Yodium diperlukan untuk menjaga fungsi kelenjar tiroid dan produksi hormon tiroksin. Hormon tiroksin berfungsi untuk metabolism tubuh dan sangat penting untuk pertumbuhan. Yodium juga diperlukan untuk pembentukan hormon yang diproduksi oleh gladula tiroid yakni tirosin sehingga defisiensi yodium akan menurunkan sekresi hormon tiroksin.

Fosfor (P)

Esensial untuk sejumlah reaksi biokimia dalam tubuh, terutama produksi energi, metabolisme protein, karbohidrat dan lemak, serta pembangunan protein. Fosfor juga memperkuat tulang dan gigi, berperan dalam pengaturan keseimbangan asam—basa, kontraksi otot, fungsi ginjal, dan kesempurnaan fungsi saraf.

Fluorida (F)

Mineral ini merupakan komponen pengisi tulang dan gigi. Pada orang dewasa berperanan dalam pembentukan tulang belakang yang baik. Dia berpengaruh dalam menjaga keseimbangan kalsium dan fosfor. Selam kehamilan, mineral ini akan menolong penyerapan zat besi dan mencegah anemia.

Sulfat (S04)

Diperlukan untuk sintesis 3′-fosfoadenosin-5′-fosfosulfat (PAPS). PAPS diperlukan untuk menyintesis banyak senyawa yang mengandung sulfur seperti chondroitin sulfat yang sangat penting dalam penguatan tulang rawan dan pertumbuhan serta perkembangan sistem saraf.

Potasium

Potasium terdapat dalam konsentrasi tinggi di dalam sel. Ia diperlukan dalam menjalankan fungsi enzim, otot, dan syaraf. Potasium secara langsung berhubungan dengan sodium untuk menjaga keseimbangan air dalam tubuh. Potasium memainkan peran dalam menjaga tekanan darah (menurunkan) dan akan menurunkan resiko terjadinya penyakit jantung, dan sangat diperlukan untuk menjaga kesehatan tulang.

Tinggalkan Balasan